Dari Pekarangan Jadi Cuan, Ibu-Ibu Dasan Geres Olah Minyak Nabati Jadi Gel Pewangi
Beberapa di antaranya adalah minyak ketapang, nyamplung, kelor, dan jarak. Jenis minyak tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal karena bukan merupakan minyak yang umum digunakan sebagai bahan pangan.
Tim juga mengenalkan teknik sederhana untuk mendapatkan minyak aromatik dari tanaman beraroma yang tersedia di sekitar lingkungan rumah.
Bahan dasar minyak nabati kemudian dipadukan dengan komponen aromatik untuk menghasilkan gel pengharum ruangan. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung tahapan pembuatannya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penerapan teknologi tepat guna. Pengetahuan yang sebelumnya dikembangkan melalui riset oleokimia diterjemahkan menjadi keterampilan yang lebih sederhana sehingga dapat dipelajari dan diterapkan oleh masyarakat.
KPBI Analitik dan Oleokimia memiliki bidang riset yang berkaitan dengan pemanfaatan lemak dan minyak nabati untuk menghasilkan produk turunan bernilai tambah. Pengembangannya mencakup berbagai produk, mulai dari sabun dan lotion hingga biodiesel serta pelumas berbasis minyak nabati.
Pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pewangi ruangan, tetapi juga memperkenalkan peluang pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari kegiatan ekonomi rumah tangga.
Dengan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat dapat mengembangkan produk sederhana yang memiliki nilai jual setelah melalui proses formulasi, pengemasan, dan pemasaran yang tepat.
Konsep tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, pekerjaan layak, kewirausahaan, serta peningkatan produktivitas.
Dalam SDG 8, salah satu targetnya adalah mendorong kebijakan dan kegiatan yang mendukung kewirausahaan serta pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Dengan demikian, pemanfaatan minyak nabati lokal menjadi gel pewangi tidak hanya berkaitan dengan inovasi produk, tetapi juga dapat menjadi langkah awal mengenalkan konsep usaha berbasis potensi desa.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Ibu-ibu rumah tangga di Desa Dasan Geres mengikuti setiap tahapan pembuatan gel pewangi dan mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan tim dosen, mahasiswa, dan laboran.
Setelah kegiatan selesai, evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap materi yang diberikan.
Antusiasme peserta juga terlihat dari munculnya keinginan agar kegiatan serupa kembali dilaksanakan di Desa Dasan Geres.
Warga berharap program pengabdian masyarakat berikutnya tidak berhenti pada pembuatan gel pewangi, tetapi dapat dikembangkan ke berbagai tema sains terapan lain yang mudah diterapkan dan memiliki manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
Bagi Tim KPBI Analitik dan Oleokimia, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan hasil riset perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat lebih luas di tengah masyarakat.
Pemanfaatan tanaman yang sebelumnya dianggap kurang bernilai menjadi produk rumah tangga bernilai tambah juga mendorong masyarakat mengenali potensi bahan lokal sekaligus mengembangkan keterampilan produktif dari lingkungan sekitar.
Editor: Purnawarman