get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran Sade, Banggar DPRD NTB Desak Gubernur Iqbal Segera Gunakan Dana BTT

Kisah Pilu Korban Kebakaran Sade: Tabungan Rp100 Juta Tinggal Rp7 Juta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:56 WIB
header img
Korban kebakaran Desa Adat Sade, Embul, menunjukkan uang tabungannya yang tersisa sekitar Rp7 juta setelah Rp100 juta terbakar bersama rumahnya. (Foto: Tangkapan Layar)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Kebakaran hebat yang melanda kawasan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menghancurkan rumah warga. Sejumlah harta benda yang dikumpulkan selama bertahun-tahun juga ikut berubah menjadi abu.

Salah satu korban yang mengalami kerugian besar adalah Embul. Tabungan uang tunai sekitar Rp100 juta yang dikumpulkannya sejak tahun 2000 ikut terbakar bersama rumahnya.

Uang tersebut merupakan hasil kerja keras Embul selama puluhan tahun. Selain bekerja sebagai penjahit, ia juga memperoleh penghasilan dari aktivitas menabuh alat musik tradisional di Kampung Adat Sade.

Dari seluruh tabungan yang tersimpan di rumah, hanya sebagian kecil yang berhasil ditemukan setelah api padam. Saat membersihkan puing-puing bangunan, anak Embul bersama aparat TNI menemukan sejumlah lembar uang yang kondisinya sudah rusak akibat terbakar.

Dari sekitar Rp100 juta yang tersimpan, hanya sekitar Rp7 juta yang masih dapat diselamatkan. Uang tersebut terdiri atas berbagai pecahan, mulai dari Rp2.000 hingga Rp100.000. Sebagian lembar uang hangus, robek, atau tidak lagi utuh.

Kisah Embul menggambarkan besarnya dampak kebakaran terhadap warga Desa Adat Sade. Kerugian yang dialami masyarakat bukan hanya berupa kehilangan bangunan, tetapi juga harta benda, barang dagangan, tabungan, dan sumber penghasilan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

75 Rumah Adat dan 69 Art Shop Terdampak

Berdasarkan pendataan awal pemerintah daerah, kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam tersebut menghanguskan 75 rumah adat dan 69 art shop milik warga. Sejumlah fasilitas adat dan fasilitas umum juga terdampak, termasuk satu masjid, berugak, lumbung, Bale Beleq, toilet wisatawan, gerbang kawasan adat, serta pelonggo.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memperkirakan total kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp34 miliar. Nilai tersebut dihitung dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat keamanan, serta pihak terkait lainnya.

Kerusakan tersebut juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Sebanyak 69 art shop yang terbakar selama ini menjadi tempat warga menjual tenun dan berbagai kerajinan tradisional khas Lombok kepada wisatawan.

Warisan Budaya Ikut Terancam

Kebakaran Sade juga menimbulkan kekhawatiran karena sejumlah benda dan unsur budaya masyarakat Sasak ikut terdampak.

Dinas Kebudayaan NTB bersama Balai Pelestarian Kebudayaan NTB dan masyarakat telah melakukan pendataan terhadap bangunan tradisional, benda budaya, perangkat ritual, kesenian, tenun, pusaka, serta pengetahuan budaya yang terdampak kebakaran.

Bale Beleq yang ikut terbakar menjadi salah satu perhatian karena bangunan tersebut memiliki fungsi penting dalam kehidupan adat masyarakat Sade dan berkaitan dengan penyimpanan benda pusaka.

Dengan demikian, pemulihan kawasan Sade tidak hanya menyangkut pembangunan kembali rumah warga. Pemerintah juga menghadapi tantangan untuk memulihkan ekosistem budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata budaya Lombok.

Pemerintah Siapkan Pemulihan

Pemerintah Provinsi NTB telah melakukan peninjauan dan penanganan terhadap warga terdampak. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri bersama jajaran pemerintah daerah juga turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga serta memverifikasi kebutuhan pascakebakaran.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya menyatakan pemerintah akan memikirkan restorasi kawasan Desa Adat Sade dengan mempertahankan bentuk dan karakter aslinya. Ia juga menegaskan penanganan warga terdampak menjadi prioritas sebelum proses restorasi dilakukan.

Sementara itu, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan pembahasan mengenai pola pemulihan kawasan, termasuk bagaimana pembangunan kembali dapat dilakukan tanpa menghilangkan nilai adat dan budaya Sasak.

Bagi Embul dan warga lainnya, pemulihan tersebut menjadi harapan setelah kehilangan tempat tinggal sekaligus harta benda yang dikumpulkan selama puluhan tahun.

Di balik angka kerugian miliaran rupiah, terdapat kisah warga seperti Embul yang kehilangan hasil kerja keras bertahun-tahun. Tabungan Rp100 juta yang semula menjadi simpanan masa depan kini hanya menyisakan sekitar Rp7 juta yang berhasil ditemukan dari balik puing-puing rumahnya.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut