Kapal Induk Pertama Indonesia Berlayar dari Italia, Segera Berganti Nama KRI Gajah Mada
Selama perjalanan dari Italia, kapal masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan bendera Italia. Pergantian identitas menjadi KRI Gajah Mada baru dilakukan setelah kapal tiba di Indonesia.
Berdasarkan informasi KSAL, proses pengukuhan dan pergantian bendera direncanakan berlangsung pada 25 September 2026 dan akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Penerimaan hibah kapal tersebut sebelumnya telah memperoleh persetujuan DPR RI. Rapat Paripurna DPR pada 21 Juli 2026 menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia.
Setelah resmi menjadi bagian dari TNI AL, KRI Gajah Mada dirancang tidak hanya digunakan untuk kepentingan satu matra.
KSAL Muhammad Ali mengatakan kapal tersebut nantinya dapat mengoperasikan helikopter milik TNI AL, TNI Angkatan Udara, maupun TNI Angkatan Darat. Untuk mendukung rencana itu, para pilot dari matra yang akan menggunakan kapal perlu mendapatkan pelatihan pendaratan di kapal.
"Kami bertekad bahwa kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan Angkatan Darat bisa berada di atas kapal. Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk," tuturnya.
Menurut Ali, konsep tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat interoperabilitas atau kemampuan operasi bersama sinergi antarmatra TNI.
"Itu semangat persatuan kita dan menjaga kesatuan karena Bapak Presiden berpesan bahwa yang sangat berperan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI ini adalah TNI. Jadi yang beliau sangat yakin bahwa TNI-lah yang menjadi kunci untuk persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," tandas Ali.
ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan yang dibangun galangan Fincantieri dan mulai digunakan Angkatan Laut Italia pada 1985. Kapal tersebut memiliki panjang sekitar 180 meter, lebar sekitar 33 meter, dan bobot penuh sekitar 13.850 ton. Kecepatan maksimumnya mencapai sekitar 30 knot, dengan jarak jelajah hingga 7.000 mil laut pada kecepatan 20 knot.
Dalam konfigurasi sebelumnya, kapal ini mampu membawa pesawat STOVL seperti AV-8B Harrier II serta berbagai jenis helikopter. Kapasitasnya dapat mencapai hingga 18 helikopter atau kombinasi pesawat dan helikopter sesuai kebutuhan misi.
Namun, Indonesia memiliki rencana penggunaan yang disesuaikan dengan kebutuhan TNI. Salah satu opsi yang telah dibahas adalah melakukan retrofit (modernisasi) sehingga kapal lebih sesuai untuk operasi helikopter, wahana udara nirawak, serta misi lain yang dibutuhkan Indonesia.
Garibaldi memiliki sejarah panjang dalam operasional Angkatan Laut Italia. Kapal ini mulai berdinas pada 1985 dan kemudian memasuki masa purna tugas pada 2024. Penggunaannya di Italia mencakup operasi yang melibatkan pesawat AV-8B Harrier II dan berbagai helikopter.
Bagi Indonesia, kedatangan kapal ini bukan sekadar penambahan satu unit alutsista. Kehadiran KRI Gajah Mada juga menuntut kesiapan sumber daya manusia, fasilitas pelabuhan, pelatihan awak, serta penyesuaian sistem operasi.
Kementerian Pertahanan sebelumnya menyebut persiapan kedatangan kapal telah dilakukan, termasuk menyiapkan calon kru dan fasilitas pendukung. Salah satu lokasi yang disiapkan adalah kawasan Teluk Ratai, Lampung.
Dengan keberangkatan Giuseppe Garibaldi dari Italia, proses transfer menuju Indonesia kini memasuki tahap akhir. Jika perjalanan berlangsung sesuai rencana, kapal tersebut akan tiba pada pertengahan September dan selanjutnya memasuki babak baru sebagai KRI Gajah Mada, kapal induk pertama dalam sejarah TNI.
Editor : Purnawarman