Asrama Santri Ponpes NW Anjani Lombok Timur Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta
LOMBOK, iNewsLombok.id - Kebakaran melanda kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Wathan (NW) Anjani, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (23/8/2026) malam.
Kobaran api menghanguskan tiga ruang asrama santri putra Madrasah Aliyah (MA) Muallimin serta satu ruang laboratorium. Informasi dari sejumlah sumber di lokasi menyebutkan, bangunan yang terbakar merupakan bagian dari fasilitas asrama dan bukan ruang kelas.
Salah seorang pengurus Ponpes NW Anjani, M. Zuhri, mengatakan peristiwa tersebut diketahui setelah terdengar suara seperti ledakan yang diduga berasal dari jaringan listrik.
"Kejadian sekitar pukul 21.00 Wita", ujar salah seorang Pengurus Ponpes, M. Zuhri.
"Berdasarkan cerita dari santri mereka pertama mendengar ada suara ledakan dari listrik, mungkin arus pendek listrik," tambahnya.
Zuhri menduga kondisi bangunan yang sudah cukup lama menjadi salah satu faktor yang perlu diperiksa. Menurut dia, kemungkinan terdapat kerusakan pada jaringan listrik yang kemudian memicu korsleting dan menyebabkan api membesar.
Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran bersama personel Polres Lombok Timur, TNI, pengurus ponpes, dan warga bergerak melakukan pemadaman. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Data dari Damkarmat Lombok Timur menyebutkan armada berasal dari Pos Mako Sukamulia serta diperkuat unit dari WMK Pringgabaya dan WMK Terara, dengan dukungan mobil tangki.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Timur, Widayat, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.22 Wita. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan penanganan.
Api berhasil dikendalikan sekitar 40 menit setelah kejadian. Setelah kobaran utama padam, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha yang turun langsung ke lokasi mengapresiasi sinergi petugas dan masyarakat dalam penanganan kebakaran.
"Api berhasil dipadamkan pukul 22.00 Wita sekitar 40-60 menit sejak kejadian. Untuk korban jiwa alhamdulillah nihil, tidak ada," terangnya.
Tidak adanya korban jiwa maupun korban luka menjadi kabar baik di tengah kebakaran yang menghanguskan sejumlah ruangan. Sejumlah laporan menyebutkan asrama dalam kondisi kosong karena para santri masih menjalani masa libur.
Kebakaran tetap menyebabkan kerusakan pada fasilitas asrama. Sejumlah perlengkapan santri seperti kasur, lemari, perabot, dan fasilitas lainnya dilaporkan ikut terbakar. Nilai kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp500 juta, meski pendataan resmi masih dilakukan.
Petugas juga masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan dan mengamankan lokasi kejadian.
Kapolres Lombok Timur menyatakan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi telah memasang garis polisi di sekitar lokasi dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Dugaan korsleting listrik masih menjadi informasi awal yang perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, penyebab kebakaran belum dapat dinyatakan secara final sebelum proses penyelidikan selesai.
Kapolres mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi sumber kebakaran, khususnya instalasi listrik, kompor dan peralatan lain yang dapat memicu munculnya api.
Ia mengingatkan pemeriksaan berkala terhadap jaringan listrik penting dilakukan, terutama pada bangunan yang sudah berusia lama, untuk mencegah kejadian serupa.
Editor: Purnawarman