Update Gempa NTT M 7,7: 83 Orang Meninggal, 1.050 Korban Teridentifikasi
JAKARTA, iNewsLombok.id - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 83 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Data tersebut merupakan pendataan sementara dari unsur SAR gabungan hingga Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 11.00 WITA, sebagaimana tertuang dalam Laporan Situasi (SITREP) Posko Nasional Basarnas.
"83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat dan 639 orang luka ringan. Total korban teridentifikasi mencapai 1.050 orang," tulis Basarnas dalam laporannya, Jumat (21/8/2026).
Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 670 orang. Rinciannya meliputi 27 korban meninggal, 239 luka berat, dan 404 luka ringan.
Sementara itu, Kabupaten Manggarai mencatat 164 korban, terdiri atas 31 orang meninggal dunia, 29 luka berat, dan 104 luka ringan.
Kabupaten lainnya yang terdampak meliputi:
Kabupaten Manggarai Timur Meninggal 27, Luka Berat 239, Luka ringan 404, Total 670
Kabupaten Manggarai meninggal 31, Luka Berat 29, Luka ringan 104, Total 164
Kabupaten Ende meninggal 2, Luka berat 5, Luka Ringan 67, Total 74
Kabupaten Sikka meninggal 6, Luka berat 23, Luka ringan 32, Total 61
Kabupaten Ngada meninggal 2, Luka berat 17, Luka ringan 19, Total 38
Kabupaten Nagekeo meninggal 13, Luka berat 13, Luka ringan 9, Total 35
Kabupaten Manggarai Barat meninggal 2, Luka berat 2, Luka ringan 4, Total 8
Total Meninggal 83, Luka berat 328, Luka ringan 639, Total 1.050
Basarnas menegaskan bahwa seluruh data korban masih bersifat sementara karena proses identifikasi dan verifikasi masih terus dilakukan di lapangan.
"Penanganan dampak gempa bumi masih berlangsung," kata Basarnas.
Posko Nasional Basarnas saat ini terus melakukan konsolidasi bersama TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, relawan, dan unsur SAR gabungan untuk memperbarui data korban serta menyesuaikan strategi operasi pencarian dan pertolongan.
Selain evakuasi korban, data SITREP digunakan sebagai dasar asesmen kebutuhan darurat, mulai dari dukungan medis, distribusi logistik, hingga pengerahan personel dan peralatan SAR ke wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Basarnas menyatakan jumlah korban maupun kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu seiring masuknya laporan terbaru dari daerah terdampak.
Korban meninggal 83 orang
Luka berat 328 orang
Luka ringan 639 orang
Total teridentifikasi 1.050 korban
Editor : Purnawarman