get app
inews
Aa Text
Read Next : Korban Meninggal Gempa NTT M 7,7 Bertambah Jadi 71 Orang, 1,9 Juta Warga Terdampak

Update Gempa NTT M 7,7: 72 Meninggal, 82.691 Warga Mengungsi, 29.001 Rumah Rusak

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:46 WIB
header img
Petugas gabungan mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik di wilayah terdampak gempa M 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur. (Foto: BNPB)

JAKARTA, iNewsLombok.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Hingga Kamis (20/8/2026) pukul 09.00 WIB, bencana tersebut telah menewaskan 72 orang, melukai 900 orang, dan menyebabkan 82.691 warga mengungsi.

Gempa kuat yang berpusat di wilayah Flores itu berdampak luas di tiga provinsi, sembilan kabupaten, dan satu kota, menjadikannya salah satu bencana terbesar di kawasan timur Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

"72 orang meninggal dunia, 900 orang luka-luka, dan 82.691 orang mengungsi. Selain korban jiwa, sebanyak 18.019 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana tersebut," tulis data BNPB.

29.001 Rumah Rusak, Sekolah hingga Jembatan Terdampak

Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur menjadi tantangan besar dalam masa tanggap darurat. BNPB mencatat 29.001 unit rumah mengalami kerusakan dengan rincian:

11.699 rumah rusak berat

6.542 rumah rusak sedang

10.760 rumah rusak ringan

Kerusakan juga meluas ke berbagai fasilitas publik yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.

"Gempa juga berdampak pada berbagai fasilitas. Sebanyak 804 fasilitas pendidikan, 237 fasilitas kesehatan, satu gudang logistik, 116 fasilitas umum, satu pasar, 195 rumah ibadah, 257 unit kantor, sembilan fasilitas irigasi, 45 titik jalan, dan 16 jembatan mengalami kerusakan atau terdampak," dalam data BNPB tersebut.

BNPB Fokus SAR, Kesehatan, dan Logistik

Memasuki hari keenam pascagempa, pemerintah bersama BNPB, Basarnas, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait masih memprioritaskan operasi penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

"Penanganan difokuskan pada SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik dan pengungsian, pengerahan personel gabungan, serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar," tulis keterangan BNPB.

Untuk memperkuat koordinasi, pemerintah pusat membentuk Posko Pendampingan Utama (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere sebagai pusat kendali penanganan darurat di wilayah terdampak.

Longsor Ditangani, Jalur Trans Flores Kembali Normal

Basarnas terus mengoordinasikan pencarian korban yang masih belum ditemukan, terutama di wilayah yang sempat terisolasi akibat longsor dan kerusakan jalan.

BNPB melaporkan perkembangan pemulihan akses sebagai berikut:

40 titik longsoran telah ditangani.

4 titik patahan jalan berhasil diperbaiki.

5 titik jembatan dan pelitur tetap dapat difungsikan untuk mobilitas darurat.

Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) di sejumlah daerah terdampak guna mempercepat layanan medis, rujukan pasien, serta pengendalian situasi kesehatan di pengungsian.

"Untuk mendukung pelayanan kesehatan, Posko Health Emergency Operation Center (HEOC) dari Kementerian Kesehatan telah aktif di sejumlah wilayah terdampak," tulis keterangan tersebut.

Listrik, Komunikasi, dan BBM Berangsur Pulih

Pemulihan infrastruktur vital menunjukkan perkembangan positif. PLN memastikan jaringan listrik di seluruh sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali beroperasi.

Sebanyak delapan ruas Jalur Trans Flores dari Labuan Bajo–Ende–Maumere kini dapat dilalui secara normal, termasuk ruas Ruteng–Reo–Kedindi yang sebelumnya sempat terputus.

Di bidang telekomunikasi, pemerintah memprioritaskan pemulihan jaringan komunikasi untuk mendukung operasional posko darurat, fasilitas kesehatan, layanan pemerintahan, hingga koordinasi tim penyelamat di lapangan.

Sementara itu, Pertamina memastikan sebagian besar SPBU di Pulau Flores telah kembali melayani masyarakat. Perusahaan juga menyalurkan 2,5 ton BBM serta 1 ton solar untuk mendukung operasi darurat di Kabupaten Manggarai.

PLN turut melaporkan bahwa 100 persen penyulang, 11 trafo gardu induk, 59 penyulang, dan 3.478 gardu distribusi telah kembali menyala.

Bantuan Udara Terus Berdatangan

Distribusi bantuan logistik terus dipercepat melalui jalur udara. Pada 19 Agustus 2026, BNPB mengirimkan bantuan menuju Labuan Bajo dan Maumere menggunakan sejumlah pesawat untuk memastikan kebutuhan pengungsi segera terpenuhi.

Selain transportasi udara, BNPB juga mengerahkan armada darat guna mempercepat mobilisasi personel, peralatan, obat-obatan, tenda, makanan siap saji, serta logistik lainnya ke wilayah yang masih sulit dijangkau.

Data Penting Gempa Nagekeo (Update BNPB 20 Agustus 2026)

Magnitudo: 7,7

Meninggal dunia: 72 orang

Luka-luka: 900 orang

Pengungsi: 82.691 orang

KK terdampak: 18.019 KK

Rumah rusak: 29.001 unit

Sekolah terdampak: 804

Fasilitas kesehatan: 237

Rumah ibadah: 195

Jembatan terdampak: 16

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, masa tanggap darurat menjadi fase penting untuk penyelamatan jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan layanan vital sebelum memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah menyatakan operasi kemanusiaan di Flores masih terus berlangsung hingga seluruh wilayah terdampak dapat dipulihkan.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut