get app
inews
Aa Text
Read Next : Bank Mandiri Dorong Purna PMI Lombok Timur Jadi Wirausahawan Mandiri lewat Program Bapak Asuh

41 Pekerja Migran Indonesia Sektor Las Dilepas ke Korea, Target 500 Ribu Tenaga Terampil

Senin, 06 Juli 2026 | 21:03 WIB
header img
Deputi Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Haris mewakili Muhaimin Iskandar saat melepas 41 PMI terampil sektor pengelasan ke Korea Selatan di Bekasi, Senin (6/7/2026). (Foto: istimewa)

Program penempatan pekerja sektor pengelasan ke Korea Selatan ini hadir di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional yang masih cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional mencapai 4,68 persen atau setara 7,24 juta orang dari total 154,91 juta angkatan kerja.

Yang menjadi sorotan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru mencatat tingkat pengangguran tertinggi dibanding jenjang pendidikan lain, yakni 7,74 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding lulusan SMA sebesar 6,23 persen dan lulusan perguruan tinggi sebesar 6,13 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil industri. Di satu sisi, SMK dirancang untuk menghasilkan lulusan siap kerja. Namun di sisi lain, pasar tenaga kerja domestik belum sepenuhnya mampu menyerap lulusan terampil secara optimal.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong penempatan kerja ke luar negeri sebagai salah satu solusi strategis untuk memperluas lapangan kerja bagi tenaga terampil Indonesia.

Peluang kerja di pasar internasional sendiri dinilai masih sangat terbuka. Berdasarkan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) per April 2026, terdapat lebih dari 260 ribu lowongan kerja luar negeri yang telah teridentifikasi.

Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 64 ribu posisi atau sekitar 20 persen yang berhasil terisi oleh pekerja Indonesia.

Kebutuhan terbesar datang dari sektor-sektor yang memerlukan keterampilan teknis dan layanan, seperti pengelasan serta caregiver untuk perawatan lansia di berbagai negara maju.

Pemerintah melihat kondisi ini sebagai peluang yang tidak boleh disia-siakan. Melalui program SMK Go Global, pemerintah berupaya mempertemukan kebutuhan pasar kerja internasional dengan lulusan vokasi di dalam negeri.

Program ini merupakan salah satu program percepatan yang dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto melalui sinergi antara Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, KP2MI/BP2MI, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Program tersebut menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja terampil ke luar negeri. Dari jumlah itu, sebanyak 300.000 orang ditujukan bagi lulusan SMK, sementara 200.000 lainnya berasal dari peserta umum.

Untuk tahun 2026, target penempatan PMI terampil dipatok sebanyak 40.000 orang. Sebelumnya, pada akhir 2025, pemerintah juga telah memulai uji coba penempatan pekerja terampil ke luar negeri melalui pelepasan 1.035 PMI dalam kick-off program dan pengiriman tenaga kerja terampil ke sejumlah negara tujuan, termasuk Jepang.

Pelepasan 41 PMI sektor pengelasan ke Korea Selatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menjalankan target tersebut. Selain membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan pekerja, skema ini juga diharapkan dapat memperkuat transfer keterampilan, budaya kerja industri, serta daya saing tenaga kerja Indonesia ketika mereka kembali ke Tanah Air.

Ke depan, pemerintah mendorong agar model kolaborasi seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial semata. Pola sinergi antara balai pelatihan vokasi, lembaga kursus, perusahaan penempatan, dan industri pengguna tenaga kerja di luar negeri perlu diperluas ke lebih banyak daerah dan sektor. Dengan demikian, penempatan PMI bukan hanya menjadi solusi jangka pendek untuk menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih adaptif, produktif, dan berdaya saing global.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut