Wisuda Al-Quran 87 Siswa SDIT Anak Soleh 2 Mataram Berlangsung Haru, Cetak Generasi Rabbani
LOMBOK, iNewsLombok.id – Sebanyak 87 siswa-siswi SDIT Anak Soleh 2 Mataram mengikuti Wisuda Al-Qur’an Angkatan XIII yang digelar di Aula Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Fasih Lisannya, Mutqin Hafalannya” sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mencetak generasi Qurani.
Acara berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri para orang tua siswa, guru, yayasan, serta tamu undangan. Para wisudawan merupakan siswa yang telah menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an sesuai standar tahfiz yang diterapkan sekolah.
Direktur SDIT Anak Soleh 2 Mataram, Adiat Isnaini, menegaskan keberhasilan anak dalam menghafal Al-Qur’an tidak hanya berasal dari proses belajar di sekolah, tetapi juga dari pendampingan orang tua di rumah.
“Semakin maksimal kita mendampingi anak, semakin maksimal capaian dari anak-anak. Capaian ini bukan hanya karena ustadz dan ustadzah, tetapi juga peran ayah dan bunda, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, sebanyak 87 siswa diwisuda pada angkatan ke-13 tahun ini sebagai bagian dari upaya melahirkan generasi rabbani yang dekat dengan Al-Qur’an.
“87 wisudawan Al-Qur’an ini menjadi bagian dari lahirnya generasi rabbani. Ada rasa bahagia dan haru melihat perjuangan anak-anak bersama orang tua,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Adiat juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap salah satu alumni binaan SDIT Anak Soleh yang berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.
“Dari sekolah ini lahir ananda Muhammad Ziyad yang mampu menghafal 30 juz sejak jenjang SDIT, kemudian dilanjutkan di SMPIT dan SMAIT. Pengawalan Al-Qur’an terkait pembentukan karakter sudah terbukti dari ananda Ziyad, masya Allah,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar hafalan Al-Qur’an yang telah dicapai para siswa terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak telah mencapai hafalan yang luar biasa. Jangan sampai hafalan itu berkurang atau hilang. Jadikan Al-Qur’an sebagai benteng menghadapi masa depan. Perjalanan mereka masih panjang sehingga perlu terus didampingi,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Ibnu Abbas, Utman Rifki, mengakui jumlah wisudawan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, hal tersebut terjadi karena adanya evaluasi dan peningkatan standar hafalan di setiap jenjang pendidikan.
“Jumlah wisudawan memang lebih sedikit dari tahun lalu karena ternyata standar setiap satuan pendidikan berbeda. Karena itu, kami terus melakukan evaluasi dan membentuk lembaga baru agar kualitas pendidikan terus meningkat,” jelasnya.
SDIT Anak Soleh 2 Mataram sendiri dikenal sebagai salah satu sekolah Islam terpadu di Kota Mataram yang fokus pada pendidikan karakter dan program tahfiz Al-Qur’an sejak usia dini. Selain pembelajaran akademik, sekolah ini juga menerapkan pembinaan akhlak, pembiasaan ibadah, hingga program murojaah harian bagi para siswa.
Wisuda Al-Qur’an tersebut menjadi momentum penting bagi sekolah dan orang tua untuk terus memperkuat sinergi dalam membentuk generasi Qurani yang unggul secara akademik maupun spiritual.
Editor: Purnawarman