Sidang Isbat Zulhijjah Digelar Hari Ini, Iduladha 1447 H Diperkirakan 27 Mei 2026
Cecep mengungkapkan, pada hari rukyat posisi hilal di Indonesia berada pada rentang ketinggian 3,29 derajat hingga 6,95 derajat. Sementara elongasinya berkisar antara 8,91 derajat sampai 10,62 derajat.
Data tersebut menunjukkan bahwa secara teori hilal sangat mungkin terlihat di seluruh wilayah Indonesia.
“Di seluruh wilayah NKRI posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanur rukyat atau visibilitas MABIMS. Oleh karenanya, posisi hilal awal Zulhijjah 1447 Hijriah pada hari rukyat ini secara teoritis hilal sangat mungkin dapat dirukyat,” katanya.
Meski hasil hisab sudah mengarah pada penetapan Iduladha 2026 jatuh pada 27 Mei, Cecep tetap meminta masyarakat menunggu hasil resmi Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.
“Nah, tanggal 29 Zulkaidah, besok. Nah, sengaja tidak dikatakan tanggal berapa karena kita menghargai sidang Isbat menentukan dulu baru saya kasih tanggalnya begitu. Tapi setidaknya inilah gambarannya,” ucapnya.
Selain menggunakan hisab, pemerintah juga melakukan rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit muda di berbagai titik pemantauan di Indonesia. Metode gabungan hisab dan rukyat selama ini menjadi dasar resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Penetapan Iduladha memiliki arti penting bagi umat Islam karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah kurban dan puncak ibadah haji di Arafah. Jika keputusan Sidang Isbat sesuai hasil hisab, maka puasa Arafah 9 Zulhijjah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.
Editor : Purnawarman