get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Dana Siluman! Hakim Soroti Gubernur NTB Belum Dihadirkan di Sidang, Ada Apa?

Potensi Bambu Dunia Tembus Rp1.800 Triliun, Kemenko PM: Bukan Lagi Bahan Bangunan Kuno Tradisional

Selasa, 28 April 2026 | 14:41 WIB
header img
Kemenko PM dorong Selaawi Garut jadi sentra bambu nasional lewat Gebrak Bambu. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNewsLombok.id – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus memperkuat pembangunan kawasan perdesaan prioritas sebagai bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menitikberatkan pada pembangunan dari desa dan dari bawah.

Salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan adalah Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang ditetapkan sebagai Kawasan Perdesaan Prioritas dengan komoditas unggulan bambu. Kawasan ini dinilai memiliki potensi ekonomi lokal yang besar dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat berbasis desa.

Sebagai langkah konkret, Kemenko PM menggelar program “Gebrak Bambu” (Gerakan Bersama Akselerasi Bangun Masyarakat Berdaya dan Unggul) melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Bambu yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di Aula Kecamatan Selaawi.

Program ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari para pengrajin bambu dari tujuh desa serta perwakilan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. rer.nat Abdul Haris, menegaskan bahwa bambu kini bukan lagi sekadar material tradisional, tetapi telah berkembang menjadi komoditas strategis dalam industri hijau dunia.

Menurutnya, nilai pasar bambu global pada tahun 2025 diperkirakan mencapai USD 79,36 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga USD 115,3 miliar pada tahun 2030. Namun ironisnya, kontribusi produksi olahan bambu Indonesia saat ini masih sangat kecil, yakni hanya sekitar 1 persen dari pasar dunia.

“Bambu bukan lagi sekadar bahan bangunan tradisional, tetapi telah menjadi bagian dari industri hijau global. Kesenjangan antara potensi dan realitas inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama melalui peningkatan kapasitas, inovasi, dan kualitas produksi,” tegas Deputi, Selasa (28/4/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia, khususnya daerah seperti Selaawi, untuk meningkatkan daya saing industri bambu nasional melalui inovasi produk dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Selaawi Sudah Lama Dikenal Sebagai Kampung Bambu

Secara historis, Kecamatan Selaawi memang dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan bambu terbesar di Jawa Barat. Banyak warga menggantungkan hidup dari produksi berbagai kerajinan bambu seperti perabot rumah tangga, anyaman, alat musik tradisional, hingga produk dekoratif bernilai ekspor.

Data Pemerintah Kabupaten Garut menunjukkan bahwa ribuan kepala keluarga di wilayah tersebut terlibat langsung dalam rantai produksi bambu, baik sebagai pengrajin, pemasok bahan baku, maupun pelaku usaha mikro.

Namun tantangan utama yang selama ini dihadapi adalah keterbatasan inovasi desain, standarisasi mutu, hingga akses pasar yang masih terbatas.

Melalui pelatihan Gebrak Bambu, pemerintah berharap lahir diversifikasi produk baru, efisiensi proses produksi, peningkatan kualitas, hingga model bisnis bambu yang lebih modern dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemenko PM, akademisi dari IPB University, dan Pemerintah Kabupaten Garut dalam upaya mendorong transformasi ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Prof. Abdul Haris juga meminta seluruh peserta pelatihan agar tidak hanya menjadi pengrajin biasa, tetapi mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing.

“Keterampilan yang dimiliki para pengrajin adalah aset bangsa. Dari tangan-tangan terampil inilah lahir produk bernilai tinggi yang tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga membawa nama Indonesia ke tingkat global,” ujarnya.

Program ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan desa, dan memperkuat industri ramah lingkungan.

Dengan hadirnya Gebrak Bambu, Kecamatan Selaawi diharapkan semakin berkembang sebagai pusat industri bambu nasional yang kompetitif, sekaligus menjadi contoh sukses pembangunan kawasan perdesaan berbasis potensi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut