Apel Perdana Sekda NTB, Abul Chair Soroti Ego Sektoral di Lingkup Pemprov
LOMBOK, iNewsLombok.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, memimpin apel perdana dalam momentum Hari Kesadaran Nasional dengan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan koordinasi, serta menghapus sekat birokrasi dan ego sektoral.
Dalam amanatnya, Abul Chair menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kerja sama yang kuat dari seluruh elemen birokrasi.
“Jika kita solid, maka pekerjaan berat menjadi ringan. Jika kita bersatu, maka visi besar akan lebih cepat tercapai,” ujar Abul Chair, Senin (20/4/2026).
Momentum Hari Kesadaran Nasional tersebut dijadikan sebagai titik awal untuk memperkuat komitmen ASN agar bekerja secara ikhlas, tuntas, profesional, dan berkualitas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Abul Chair juga memperkenalkan diri secara resmi kepada seluruh jajaran ASN Pemprov NTB. Ia diketahui resmi menerima amanah sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTB pada 9 April 2026.
Menurutnya, jabatan Sekda bukanlah posisi untuk bekerja sendiri, melainkan menjadi penggerak kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya hadir bukan untuk bekerja sendiri, melainkan untuk bekerja bersama seluruh jajaran ASN. Keberhasilan seorang Sekretaris Daerah tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kekuatan tim, soliditas birokrasi, dan kemauan bersama untuk terus bergerak maju,” ujarnya.
Ia menilai tantangan pembangunan NTB ke depan semakin kompleks, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, percepatan investasi, hingga penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di NTB masih menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah, sehingga diperlukan birokrasi yang responsif, cepat, dan tepat sasaran dalam menjalankan program pembangunan.
Abul Chair juga mengingatkan pentingnya membangun budaya birokrasi yang sehat dan dewasa, di mana antar perangkat daerah mampu saling mendukung, saling mengingatkan, dan saling memperkuat.
Menurutnya, ego sektoral hanya akan memperlambat pencapaian target pembangunan dan menurunkan kualitas pelayanan publik.
Ia menegaskan seluruh energi birokrasi harus diarahkan untuk mendukung visi besar Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, yaitu Bangkit Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia.
“Makmur berarti kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat. Mendunia berarti NTB dikenal karena prestasi, kualitas sumber daya manusia, serta daya saing daerahnya. Dan bangkit bersama berarti tidak ada yang berjalan sendiri, semua harus bergerak dalam satu arah pembangunan,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov NTB saat ini juga tengah memperkuat reformasi birokrasi melalui peningkatan sistem pelayanan berbasis digital, transparansi anggaran, dan percepatan pelayanan publik di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata.
Langkah tersebut dinilai penting agar NTB mampu bersaing secara nasional maupun internasional, terutama dalam menghadapi tantangan global dan perkembangan ekonomi yang semakin dinamis.
Hari Kesadaran Nasional pun menjadi momentum refleksi bagi seluruh ASN agar terus menjaga integritas, disiplin, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Editor : Purnawarman