BIZAM Siap Layani 5.864 Jemaah Haji NTB 2026, 15 Kloter Berangkat Mulai 22 April
Aidhil menjelaskan, sistem keberangkatan jemaah haji tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Para calon jemaah akan diberangkatkan dari Asrama Haji menggunakan bus menuju bandara, lalu langsung menjalani proses boarding.
“Untuk sistemnya masih sama seperti tahun lalu mas, dari asrama haji para calon jemaah menaiki bus langsung menuju bandara dan kemudian boarding menaiki pesawat,” katanya.
Untuk menghindari kepadatan di area bandara akibat membludaknya pengantar jemaah, pihak BIZAM telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.
Salah satunya adalah menyediakan area khusus bagi keluarga pengantar agar tetap dapat menyaksikan proses keberangkatan melalui siaran langsung yang difasilitasi Kementerian Haji dan Umrah.
“Selain itu, kami juga berkoordinasi dan bekerja sama dengan Polda NTB dalam melakukan pengaturan serta penertiban arus pengantar, guna mencegah terjadinya penumpukan pada titik-titik tertentu di area bandara,” ujarnya.
Sosialisasi juga dilakukan secara masif melalui media sosial resmi bandara agar masyarakat memahami aturan selama embarkasi berlangsung.
Dari total 15 kloter, kloter 1 hingga kloter 11 akan diberangkatkan menuju Madinah, sedangkan kloter 12 hingga kloter 15 akan terbang menuju Jeddah.
Seluruh penerbangan embarkasi haji Lombok tahun 2026 dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia, yang selama ini menjadi maskapai resmi penerbangan haji Indonesia.
Kloter pertama berasal dari Kabupaten Lombok Timur, sementara kloter terakhir merupakan gabungan dari beberapa kabupaten/kota di NTB.
Sebagai bentuk kesiapan operasional, BIZAM telah melaksanakan simulasi penerbangan embarkasi dan debarkasi pada 15 April 2026.
Simulasi tersebut melibatkan berbagai pihak seperti Otoritas Bandara Wilayah IV, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, Imigrasi, Bea Cukai, Balai Kekarantinaan Kesehatan, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, hingga Perum DAMRI.
“Persiapan tersebut mencakup pengecekan fasilitas, kesiapan personel serta penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait agar seluruh proses operasional dapat berjalan dengan aman dan lancar,” jelas Aidhil.
Ia menegaskan, hasil simulasi menunjukkan seluruh fasilitas bandara dalam kondisi optimal.
“Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh infrastruktur dan fasilitas BIZAM dalam kondisi siap dan mumpuni. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik guna mendukung kelancaran perjalanan jemaah haji sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air,” imbuhnya.
Sebagai tambahan, tahun 2026 ini kuota haji nasional Indonesia juga mengalami peningkatan dibanding beberapa tahun sebelumnya, sehingga kesiapan embarkasi daerah menjadi perhatian utama pemerintah pusat.
NTB sendiri menjadi salah satu provinsi dengan jumlah jemaah haji terbesar di kawasan Indonesia Timur, sehingga kelancaran operasional di BIZAM menjadi sangat krusial.
Editor : Purnawarman