Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Perkasa ke Rp17.860 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya
Advertisement . Scroll to see content

Iran Arahkan Rudal ke USS Abraham Lincoln di Selat Hormuz, Ancam Tenggelamkan Armada AS

Kamis, 16 April 2026 | 19:22 WIB
  • author Sindonews/Purnawarman
Iran Arahkan Rudal ke USS Abraham Lincoln di Selat Hormuz, Ancam Tenggelamkan Armada AS
USS Abraham Lincoln di Selat Hormuz diancam ditenggelamkan. (Foto: US/CENTCOM)

TEHERAN, iNewsLombok.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran mengklaim telah mengarahkan sistem peluncur rudalnya ke kapal-kapal perang AS di kawasan Selat Hormuz.

Salah satu target utama yang disebut adalah kapal induk USS Abraham Lincoln. Pernyataan ini disampaikan oleh Mohsen Rezaei, penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran, dalam wawancara televisi pada Rabu.

Dalam pernyataannya, Rezaei menegaskan bahwa kekuatan laut AS kini berada dalam jangkauan Iran.

"Angkatan Laut Amerika berada di bawah peluncur rudal kami,".

Ia menambahkan bahwa sistem persenjataan tersebut telah diposisikan secara strategis.

“Peluncur tersebut kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kami dan sekarang diarahkan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika," ujarnya.

Ancaman yang disampaikan tidak main-main.

"Mereka semua berada di bawah peluncur kami sekarang dan kami akan menenggelamkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos dari kami. Gencatan senjata, biasanya, harus menjadi langkah pertama setelah serangkaian perjanjian. Itulah mengapa saya tidak menerima ini sebagai gencatan senjata. Ini adalah keheningan,” lanjutnya.

Rezaei, yang juga mantan komandan tinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), turut menyindir Presiden AS Donald Trump terkait peran Amerika di kawasan tersebut.

"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" katanya.

Ia kembali menegaskan ancamannya terhadap armada militer AS.

"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal kami, dan kami dapat menghancurkannya," imbuh Rezaei.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global. Setiap eskalasi di kawasan ini berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia dan memicu ketidakstabilan ekonomi internasional.

Di sisi lain, militer AS melalui United States Central Command mengklaim telah menghalau sejumlah kapal yang mencoba keluar dari pelabuhan Iran.

Dalam pernyataannya di platform X, mereka menyebut:

"Sepuluh kapal kini telah dipulangkan, dan nol kapal yang berhasil menerobos sejak dimulainya blokade AS pada hari Senin."

Awalnya, jumlah kapal yang berhasil dipulangkan dilaporkan sembilan unit, sebelum diperbarui menjadi sepuluh, termasuk satu kapal yang disebut dialihkan oleh kapal perusak rudal AS.

Namun demikian, data pelacakan maritim menunjukkan adanya perbedaan dengan klaim tersebut. Informasi dari penyedia data Kpler mengindikasikan bahwa beberapa kapal tetap berhasil melintasi Selat Hormuz meskipun blokade diberlakukan.

Setidaknya dua kapal dilaporkan berhasil menyeberang, meskipun sebagian di antaranya kemudian berbalik arah. Bahkan, total kapal yang terkait dengan Iran yang melintas disebut mencapai tujuh unit sejak blokade dimulai.

Situasi ini memperlihatkan bahwa efektivitas blokade masih menjadi perdebatan, sekaligus menambah kompleksitas konflik di kawasan strategis tersebut.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut