Iran Klaim Menang atas AS, Gencatan Senjata 2 Pekan Disepakati
TEHERAN, iNewsLombok.id - Konflik panjang antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru setelah Iran secara resmi mendeklarasikan kemenangan atas Amerika Serikat. Pernyataan ini muncul menyusul pengumuman Presiden Donald Trump terkait gencatan senjata selama dua pekan, yang diumumkan pada Selasa malam (7/4/2026) waktu Washington DC.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil dari keberhasilan diplomasi dan tekanan strategis Teheran terhadap Washington.
“Iran meraih kemenangan besar dan memaksa AS untuk menerima rencana 10 poin,” bunyi pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, seperti dilaporkan televisi pemerintah IRIB.
Dalam pernyataan resmi tersebut, Iran mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menyetujui sejumlah poin penting yang menjadi tuntutan utama mereka, termasuk pengakuan atas kedaulatan strategis Iran.
“Amerika Serikat mengakui prinsip non-agresi terhadap Iran, mengakui kendali Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz,” demikian isi pernyataan tersebut.
Kesepakatan itu juga mencakup sejumlah poin krusial lainnya, seperti:
Kesepakatan ini berpotensi mengubah peta geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah. Salah satu poin paling strategis adalah terkait pengakuan kendali Iran atas Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak dunia.
Penguasaan wilayah ini memberi Iran posisi tawar yang sangat kuat dalam perdagangan energi global, sekaligus meningkatkan pengaruhnya di kawasan.
Konflik Iran dan AS telah berlangsung sejak Revolusi Iran 1979, dengan ketegangan meningkat dalam beberapa dekade terakhir.
Sanksi ekonomi AS selama ini menjadi tekanan utama terhadap ekonomi Iran, terutama di sektor energi dan perbankan.
Program nuklir Iran menjadi isu sensitif internasional yang diawasi ketat oleh IAEA.
Editor : Purnawarman