Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Media Iran Konfirmasi
Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengungkapkan bahwa terdapat “tanda-tanda yang semakin kuat” bahwa Khamenei tewas setelah Israel menyerang kompleks kediamannya pada Sabtu pagi.
Tak lama setelah pidato itu, dua pejabat Israel—yang berbicara dengan syarat anonim—mengatakan bahwa Israel telah mengonfirmasi kematian tersebut. Namun, belum ada keterangan resmi yang dipublikasikan secara detail.
Di sisi lain, Iran sempat membantah klaim tersebut. Sejumlah pejabat Iran yang dikutip Al Jazeera menyatakan bahwa Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian masih hidup.
Kepala humas Kantor Pemimpin Tertinggi Iran bahkan menyebut laporan kematian itu sebagai bagian dari “perang psikologis” yang dilakukan musuh-musuh Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan kepada NBC bahwa Khamenei dan Pezeshkian selamat dari upaya pembunuhan.
Meski demikian, Araghchi mengakui adanya korban dari kalangan militer.
Ia tidak menampik beberapa komandan senior militer tewas, tanpa memberikan penjelasan rinci.
Kematian Ayatollah Ali Khamenei—jika sepenuhnya terkonfirmasi—berpotensi mengguncang struktur politik Iran. Sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, Khamenei memiliki kewenangan tertinggi atas militer, kebijakan luar negeri, dan lembaga keagamaan Iran.
Beberapa analis menilai situasi ini dapat memicu:
Perebutan kekuasaan internal di tubuh elite Iran
Aksi balasan militer terhadap kepentingan AS dan Israel
Ketidakstabilan di kawasan Teluk dan jalur energi global
Lonjakan harga minyak dunia
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran diperkirakan akan segera menggelar sidang darurat untuk menentukan langkah selanjutnya.
Editor : Purnawarman