Enam Rumah Rusak Parah Akibat Banjir Rob di Ampenan, Tiga Rumah Warga Hanyut
LOMBOK, iNewsLombok.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung meninjau dampak banjir rob dan ombak tinggi yang menerjang Lingkungan Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, pada Kamis (22/1/2026). Usai menjalani kunjungan kerja dari Pulau Sumbawa, Gubernur Iqbal bahkan belum sempat singgah ke Pendopo, dan langsung menuju lokasi bencana sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi NTB.
Di lokasi, Gubernur berdialog dengan warga terdampak, termasuk Ibu Sukma, warga RT 03, yang menyampaikan harapan agar pemerintah segera memberikan solusi atas kerusakan rumah serta kepastian tempat tinggal sementara dan jangka panjang. Kedatangan Gubernur disambut haru oleh warga pesisir yang terdampak.
Kepala Lingkungan Bugis, Suherman, menjelaskan bahwa gelombang tinggi mulai terjadi sejak malam hari.
“Malam-malam kami berjaga, dari jam delapan malam sampai jam satu. Gelombangnya besar sekali, tidak seperti hari-hari sebelumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5 meter, jauh lebih besar dibanding hari-hari sebelumnya, sehingga menyebabkan abrasi dan kerusakan parah pada rumah warga.
“Tiga rumah sudah hanyut sama sekali, tiga lainnya rusak parah. Rumah lain terdampak, tapi masih bisa digunakan. Rumah penduduk yang paling parah itu enam rumah,” imbuhnya.
Warga berharap segera mendapat kepastian terkait tempat evakuasi. Sebelumnya, Pemprov NTB telah merencanakan relokasi ke rumah susun, namun keterbatasan daya tampung rusun membuat rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi.
Sebagai solusi darurat, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kota Mataram menyiapkan tenda pengungsian sementara. Relokasi bersifat sementara ini akan dilakukan sambil menunggu skema hunian yang lebih permanen.
Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya mitigasi bencana pesisir yang terencana, termasuk pemetaan kawasan rawan rob, penguatan tanggul alami, serta edukasi masyarakat.
Di lokasi tampak Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Mataram dan Provinsi NTB, Dinas Sosial, Baznas NTB, unsur TNI-Polri, relawan kemanusiaan, serta warga setempat bahu-membahu melakukan penanganan.
Usai meninjau area terdampak, Gubernur juga berbincang santai dengan warga sambil minum kopi, memberikan semangat dan dukungan moral.
Berdasarkan data BPBD, kawasan pesisir Ampenan termasuk zona rawan banjir rob tahunan akibat kombinasi pasang laut, angin barat, dan perubahan garis pantai.
Dalam jangka panjang, Pemprov NTB berencana menyusun masterplan penataan kawasan pesisir yang mencakup relokasi permanen, pembangunan sabuk hijau mangrove, serta sistem peringatan dini berbasis komunitas.
BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga 26 Januari 2026. Warga pesisir diimbau tetap waspada dan menghindari aktivitas di area pantai saat gelombang tinggi.
“Kita jaga alam, alam jaga kita.”
Editor : Purnawarman