Partai Gerakan Rakyat Resmi Bentuk DPW NTB, Siap Konsolidasi dan Bidik Basis Pemilih Anies
LOMBOK, iNewaLombok.id – Partai Gerakan Rakyat (PGR) yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai partai politik nasional pada Minggu (18/1/2025), langsung tancap gas melakukan konsolidasi ke daerah. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), struktur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) resmi terbentuk dan dipimpin oleh Lalu Mustakim Patawari.
“Kami sudah memiliki kepengurusan di tingkat DPW Provinsi NTB,” ujar Mustakim Patawari saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2025).
Ia menjelaskan, kepengurusan DPW NTB saat ini telah diisi struktur inti mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga sejumlah bidang strategis. Meski demikian, komposisi tersebut masih bersifat dinamis dan terbuka untuk penambahan seiring agenda konsolidasi lanjutan.
“Kami akan segera konsolidasi tingkat wilayah di Kota Mataram,” kata Mustakim.
Konsolidasi awal ini tidak hanya ditujukan untuk menguatkan barisan internal kader, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Partai Gerakan Rakyat kepada masyarakat NTB. Mustakim menegaskan, kehadiran PGR di NTB diharapkan menjadi alternatif pilihan politik bagi publik.
“Yang paling penting dalam konsolidasi ini kami mohon doa dari masyarakat NTB bahwa kami sudah hadir sebagai alternatif pilihan masyarakat NTB,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) telah menjawab keraguan publik terkait status dan arah politik PGR.
“Selama ini masyarakat menunggu kejelasan. Apakah benar ini akan menjadi partai politik dan apakah Anies Baswedan menjadi bagian dari Partai Gerakan Rakyat. Dan ternyata dua pertanyaan publik terjawab dalam rakernas kemarin,” jelasnya.
Mustakim menyebut sosok Anies Baswedan sebagai figur inspiratif sekaligus magnet utama Partai Gerakan Rakyat. Bahkan dalam deklarasi nasional, kader PGR secara terbuka mendaulat Anies sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
“Ini juga yang membuat kami optimistis bahwa Partai Gerakan Rakyat di NTB bisa besar ke depan. Tentu dengan sosok Anies sebagai magnet bagi pemilih di NTB,” cetusnya.
Menurutnya, basis dukungan Anies di NTB yang cukup signifikan pada Pilpres 2024 menjadi modal sosial dan politik penting bagi PGR untuk tumbuh dan berkembang.
Menariknya, kepengurusan PGR di NTB tidak hanya terbentuk di level DPW. Struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kecamatan juga telah disiapkan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.
Untuk NTB yang memiliki 10 kabupaten/kota, kepengurusan minimal harus terbentuk di delapan daerah. Sementara untuk tingkat kecamatan, minimal 50 persen DPC wajib terbentuk di masing-masing kabupaten/kota.
“Untuk tingkat kabupaten/kota sudah melampaui target. Sedangkan DPC sudah hampir tercapai. Daftar kepengurusan ini terus bertambah,” ungkap Mustakim yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. Ihsan Hamid, menilai Partai Gerakan Rakyat memiliki potensi politik di NTB, meski belum teruji secara elektoral karena belum mengikuti pemilu.
“Secara elektoral kita belum tahu karena ini kan partai baru yang belum pernah mengikuti pemilu,” ujar Ihsan.
Namun, ia menilai kehadiran figur sentral seperti Anies Baswedan memberi peluang besar bagi PGR untuk memperoleh ceruk pemilih yang jelas.
“Apakah partai baru ini punya masa depan, saya katakan cukup potensial. Ini karena sosok Anies Baswedan yang jadi figur sentral punya ceruk pemilih,” katanya.
Sebagai partai baru, Partai Gerakan Rakyat kini bersiap menghadapi tahapan verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pemilu 2029. Fokus konsolidasi ke tingkat kecamatan dinilai krusial agar partai ini memenuhi syarat administratif sekaligus membangun basis akar rumput yang solid sejak dini.
Di NTB, wilayah seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Kabupaten Bima disebut menjadi daerah prioritas karena memiliki jumlah pemilih besar dan basis dukungan kuat terhadap Anies Baswedan pada pemilu sebelumnya.
Editor : Purnawarman