get app
inews
Aa Text
Read Next : 3 Nama Sekda NTB Pilihan Gubernur Iqbal, DPRD Minta Fokus pada Meritokrasi

Gubernur NTB Turun Langsung, Jembatan Vital Perigi Rampung dalam 10 Hari

Jum'at, 16 Januari 2026 | 18:56 WIB
header img
Jembatan darurat Perigi Lombok Timur rampung Paska Banjir. Istimewa

LOMBOK, iNewsLombok.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung meninjau jembatan di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, yang sebelumnya rusak parah akibat terjangan banjir.

Kunjungan ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pemulihan pascabencana, terutama pada infrastruktur vital yang menopang aktivitas harian masyarakat.

Jembatan Perigi memiliki peran strategis karena menghubungkan Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya. Jalur ini menjadi akses utama bagi mobilitas pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di Puskesmas.

Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi jalur distribusi hasil pertanian warga seperti jagung, srikaya, dan berbagai komoditas lokal lainnya yang menopang roda perekonomian desa.

Berdasarkan data pemerintah desa setempat, aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalur tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran dana hingga miliaran rupiah setiap tahun, sehingga kerusakan jembatan sempat berdampak langsung pada pendapatan dan akses sosial masyarakat.

Setibanya di lokasi, Gubernur disambut antusias warga bersama Kepala BPBD Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial Lombok Timur. Jembatan yang ditinjau dilaporkan telah rampung dikerjakan dan kini siap digunakan kembali oleh masyarakat.

Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa penanganan pascabanjir harus berorientasi pada pemulihan kehidupan warga secepat mungkin.

Ia menjelaskan bahwa jembatan darurat di Perigi dibangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana dengan pembiayaan mobilisasi dan pemasangan.

“Fokus kita sekarang adalah bagaimana menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB agar pengerjaannya dipercepat,” ujar Miq Iqbal.

Ia mengungkapkan bahwa material jembatan sebelumnya berada di Pulau Jawa sehingga membutuhkan waktu untuk proses mobilisasi.

Pada masa darurat, warga sempat membangun akses sementara menggunakan bambu demi tetap menjaga konektivitas antarwilayah. Berkat kolaborasi lintas sektor, pembangunan jembatan akhirnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari.

Gubernur juga meminta agar dilakukan penyempurnaan lanjutan, seperti pemasangan pagar pengaman dan pembangunan tangga akses oleh BPBD Lombok Timur untuk menjamin keselamatan pengguna jembatan, terutama anak-anak sekolah dan lansia.

Respons cepat pemerintah ini mendapat sambutan hangat dari warga. Sidik, salah seorang warga Desa Perigi, menyampaikan rasa syukurnya atas penanganan yang dinilai jauh lebih cepat dari pengalaman sebelumnya.

“Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya pemerintah janji, lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur,” ujarnya.

Usai meninjau Jembatan Perigi, Gubernur NTB melanjutkan agenda ke Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, untuk melihat kondisi jembatan lain yang juga putus akibat banjir. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Jurit dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.

Miq Iqbal menegaskan bahwa jalur tersebut harus segera dipulihkan karena berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia juga menyoroti bahwa Lendang Nangka Utara masih termasuk wilayah dengan angka kemiskinan ekstrem yang relatif tinggi, sehingga akses infrastruktur menjadi kunci pemulihan.

“Ini akan segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur agar segera dibangun. Harus ada solusi sementara dan permanen,” tegasnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur juga melaksanakan Salat Jumat sekaligus bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Dusun Benteng Selatan, Desa Lendang Nangka Utara.

Pada kesempatan itu, ia mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran air dan sungai dari sampah serta sedimentasi sebagai upaya mitigasi bencana ke depan.

Di dua lokasi kunjungan, Gubernur turut menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir yang disalurkan melalui Dinas Sosial P3A Provinsi NTB dan Baznas Provinsi NTB, sebagai bagian dari perlindungan sosial pascabencana.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsnaul Khalik, memastikan bahwa penanganan kerusakan infrastruktur akibat banjir di wilayah lain, termasuk di Pulau Sumbawa, akan didukung melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026.

Pendanaan tersebut akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, dampak langsung bagi masyarakat, serta kemampuan fiskal daerah.

Dalam waktu dekat, Gubernur NTB juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah daerah terdampak banjir di Pulau Sumbawa untuk memastikan proses pemulihan berjalan merata.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut