BREAKING NEWS Pansel Umumkan Tiga Besar Sekda NTB, Abul Chair Raih Nilai Tertinggi
LOMBOK, iNewsLombok.id – Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi menyerahkan tiga besar nama calon Sekda kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Penyerahan dilakukan setelah seluruh tahapan seleksi rampung dan penilaian dinyatakan final.
“Baru kita serahkan nama tiga besar itu pak gubernur,” ujar Ketua Pansel Sekda NTB, Prof Ridwan Mas’ud, Jumat (09/01/2025) sore, saat dikonfirmasi iNewsLombok.id setelah menemui Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Pendopo Gubernur .
Menariknya, hasil penilaian menunjukkan persaingan yang sangat ketat di antara para kandidat. Selisih nilai ketiga besar disebut nyaris tak signifikan.
“Sangat tipis. Hanya nol koma nol sekian masing-masing ketiga nama itu,” ungkap Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram tersebut.
Berdasarkan hasil akhir seleksi, Abul Chair menempati peringkat pertama dengan nilai tertinggi. Ia diketahui merupakan putra kelahiran Sumenep, Jawa Timur, Cucu dari Gubernur NTB pertama dan saat ini menjabat sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur.
Di posisi kedua terdapat Ahmad Saufi, birokrat asal Lombok Timur yang kini mengemban jabatan sebagai Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa pada Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa, Kementerian Koordinator PMK.
Sementara peringkat ketiga ditempati Ahsanul Khalik, pejabat senior Pemprov NTB yang baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan dan telah lama diprediksi publik sebagai kandidat kuat.
“Dengan skor tadi itu paling tinggi Abul Chair. Kemudian Ahmad Saufi. Ketiga Ahsanul Khalik,” jelas Prof Ridwan.
Prof Ridwan menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa campur tangan pihak mana pun.
“Penilaian ini dari tim Pansel lima orang. Tiga dari daerah, dua dari pusat. Satu dari Kepala Badan Kepegawaian Nasional, dan dari Deputi Persidangan Kementerian Sekretariat Negara. Eselon satu unsur pusat secara obyektif,” terangnya.
Ia menambahkan, selain disampaikan secara lisan, hasil seleksi juga akan diserahkan secara tertulis kepada Gubernur NTB untuk kemudian diteruskan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sesuai mekanisme yang berlaku.
“Tadi kami ketemu dengan pak gubernur. Menyampaikan secara lisan. Mungkin nanti malam kami serahkan secara tertulis,” ujarnya.
Dengan diserahkannya tiga nama tersebut, Pansel memastikan seluruh tugasnya telah selesai.
“Tugas kami sudah selesai. Tinggal hasilnya kami serahkan ke pak gubernur,” tegas Ridwan.
Sebagai bentuk transparansi, Pansel juga memastikan bahwa nilai seluruh peserta seleksi akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.
“Iya nanti kami umumkan,” pungkasnya.
Sekda NTB merupakan jabatan strategis yang berperan sebagai motor penggerak birokrasi dan koordinator seluruh perangkat daerah. Penetapan Sekda definitif diharapkan dapat mempercepat implementasi program prioritas Gubernur NTB, khususnya dalam reformasi birokrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan penguatan tata kelola pemerintahan daerah.
Keputusan akhir penunjukan Sekda NTB berada di tangan Presiden RI setelah mendapat rekomendasi Mendagri, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Editor : Purnawarman