get app
inews
Aa Text
Read Next : Mensesneg Tanggapi Pencabutan Kartu Liputan Wartawan Istana Usai Tanya MBG ke Presiden Prabowo

Pemerintah Bangun 34 Proyek Waste to Energy Mulai 2026, Sampah Jadi Listrik

Rabu, 07 Januari 2026 | 09:22 WIB
header img
Mensesneg, Prasetyo Hadi. iNews.id

JAKARTA, iNewsLombok.id - Pemerintah Indonesia memastikan akan memulai pembangunan proyek waste-to-energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada awal tahun 2026. Program strategis ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan timbunan sampah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, proyek PSEL akan dibangun di 34 titik yang tersebar di 34 kabupaten/kota di Indonesia. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat urgensi, terutama daerah dengan volume sampah harian yang telah melampaui 1.000 ton per hari.

“Waste to Energy akan dibangun di 34 kabupaten/kota atau di 34 titik yang hari ini sampahnya sudah mencapai 1.000 ton lebih per hari. Ini memerlukan penanganan sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah,” ujar Prasetyo di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2025).

Solusi Lingkungan dan Energi Sekaligus

Pembangunan PSEL diharapkan mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir (TPA) yang selama ini menjadi sumber pencemaran lingkungan. Selain menekan volume sampah terbuka, proyek ini juga dinilai strategis untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat limbah yang menumpuk.

Di sisi lain, energi listrik yang dihasilkan dari proses waste-to-energy akan menjadi sumber energi alternatif yang berkontribusi pada bauran energi nasional. Dengan demikian, PSEL tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Masuk Proyek Hilirisasi Strategis Nasional

Proyek pengolahan sampah menjadi energi ini tercatat sebagai bagian dari 18 proyek hilirisasi strategis nasional yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada periode Januari hingga Maret 2026. Seluruh proyek tersebut sebelumnya telah melewati tahapan prastudi kelayakan (pre-feasibility study).

Total nilai investasi dari 18 proyek hilirisasi tersebut diperkirakan mencapai Rp600 triliun, dengan pelaksanaan dan realisasi investasi dikoordinasikan oleh Danantara Indonesia.

Teknologi PSEL dan Manfaatnya

Secara teknis, PSEL memanfaatkan sampah residu yang tidak dapat didaur ulang untuk diolah melalui teknologi termal atau biologis guna menghasilkan energi berupa listrik, panas, atau bahan bakar alternatif.

Teknologi ini diyakini mampu mengurangi ketergantungan pada energi fosil, seperti batu bara, sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari sektor persampahan.

Selain itu, pengembangan PSEL juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru serta mendorong peningkatan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat daerah.

Gasifikasi Batu Bara Jadi DME Segera Dimulai

Selain proyek waste-to-energy, pemerintah juga menyiapkan proyek energi strategis lainnya, yakni gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Program ini bertujuan mengolah batu bara berkalori rendah menjadi gas alternatif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.

“Kemudian juga ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, program-program di bidang pertanian juga,” kata Prasetyo.

Tantangan dan Dukungan Daerah

Sejumlah pengamat menilai keberhasilan proyek PSEL sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan lahan, sistem pengumpulan sampah yang terintegrasi, serta dukungan regulasi.

Pemerintah pusat mendorong pemda untuk mempercepat penyesuaian kebijakan agar proyek ini berjalan optimal saat konstruksi dimulai pada 2026.

Jika berjalan sesuai rencana, PSEL berpotensi menjadi tonggak baru dalam pengelolaan sampah perkotaan dan pengembangan energi bersih di Indonesia.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut