Anugerah Kebudayaan PWI 2026: Mohan Roliskana Wakili NTB di Panggung Nasional
LOMBOK, iNewsLombok.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kota Mataram. Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, berhasil menembus babak akhir Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat 2026, sebuah ajang nasional bergengsi yang digelar dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Mohan tercatat sebagai satu dari 10 kepala daerah terbaik di Indonesia yang lolos seleksi dan berhak mempresentasikan visi kebudayaan di hadapan dewan juri di Jakarta.
Kepastian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, H. Muhammad Ramadhani. Ia menyebutkan bahwa Wali Kota Mataram menyambut nominasi ini dengan penuh antusias dan kesiapan matang.
"Insya Allah Pak Wali dipastikan hadir. Kami juga telah melakukan koordinasi dengan PWI NTB untuk memastikan kesiapan materi presentasi agar mendapatkan hasil maksimal," ujar Ramadhani, Jumat pagi (02/01/2026).
Sebelumnya, Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, melalui siaran pers pada Kamis (01/01/2026), menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan komprehensif.
Dewan juri menilai berbagai dokumen penting, mulai dari proposal program, video pendukung, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), hingga regulasi daerah yang jumlahnya mencapai ratusan halaman.
Dalam ajang ini, Wali Kota Mataram terpilih bersama dua wali kota lainnya, yakni Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Sementara tujuh nominator lainnya berasal dari kalangan bupati yang mewakili daerah Lampung Utara, Temanggung, Manggarai, Blora, Labuhanbatu, Manokwari, dan Padang Pariaman.
Tahun 2026, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers”. Kota Mataram mengusung sub-tema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya inklusif, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Sesuai agenda, H. Mohan Roliskana dijadwalkan mengikuti sesi presentasi pada 8–9 Januari 2026 di Kantor PWI Pusat, Jakarta. Presentasi tersebut akan dinilai oleh dewan juri lintas disiplin, di antaranya Sudjiwo Tejo, Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, serta Yusuf Susilo Hartono.
Yusuf menegaskan bahwa penilaian tidak hanya bertumpu pada konsep, tetapi juga menilai inovasi dan dampak nyata kebijakan kebudayaan terhadap masyarakat.
"Dalam presentasi nanti, kepala daerah boleh membawa rombongan dinas atau tokoh masyarakat, namun mereka hanya sebagai saksi dan tidak diperkenankan membantu menjawab saat sesi pendalaman materi," tegasnya.
Sebagai informasi tambahan, Kota Mataram selama beberapa tahun terakhir dikenal aktif mendorong revitalisasi seni tradisi, penguatan komunitas budaya lokal, serta integrasi budaya dalam sektor pariwisata dan pendidikan.
Berbagai festival budaya, penguatan sanggar seni, hingga dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif berbasis budaya menjadi poin penting yang diproyeksikan memperkuat peluang Kota Mataram meraih penghargaan ini.
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang telah berlangsung sejak 2016 diharapkan terus menjadi pemicu bagi daerah untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya melalui pendekatan inovatif. Sejumlah kepala daerah penerima penghargaan sebelumnya tercatat berhasil menorehkan prestasi lanjutan di tingkat nasional.
Editor : Purnawarman