LOMBOK, iNewsLombok.id - Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI NTB 2026 berlangsung dinamis. Salah satu dinamika muncul dari tim pendukung bakal calon Ketua KONI NTB Mori Hanafi yang menyampaikan keberatan terhadap lima cabang olahraga (cabor) yang dinyatakan lolos dan memiliki hak suara dalam forum tersebut.
Keberatan itu disampaikan tim Mori Hanafi kepada KONI Pusat saat Musorprovlub berlangsung di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (13/10/2026).
Perwakilan tim pendukung Mori Hanafi, Rafiq, menilai kelima cabor tersebut seharusnya tidak diloloskan karena dinilai bertentangan dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
"Saya sebagai tim Pendukung Mori Hanafi akan menyerahkan terhadap lima cabor yang diloloskan oleh KONI Pusat secara aturan telah melanggar AD ART," tegas Rafiq yang menyerahkan langsung dokumen keberatan tersebut dan diterima pihak KONI Pusat, Selasa (13/10/2026).
Penyerahan keberatan tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya proses Musorprovlub. Pimpinan pleno yang diketuai Hj. Baiq Isvie Rupaedah mempersilakan tim Mori Hanafi menyampaikan dokumen keberatan tersebut.
"Gak apa-apa silahkan diserahkan," ungkap Isvie.
Dinamika Hak Suara Cabor
Keberatan terhadap lima cabor menjadi salah satu dinamika dalam proses Musorprovlub KONI NTB. Tim Mori Hanafi meminta persoalan tersebut menjadi perhatian dalam proses pengambilan keputusan forum.
Namun, dalam dokumen dan keterangan yang tersedia, belum dijelaskan secara rinci nama lima cabor yang dipersoalkan maupun ketentuan AD/ART yang secara spesifik disebut dilanggar.
Karena itu, keberatan tersebut masih merupakan klaim dari tim pendukung Mori Hanafi dan belum dapat diposisikan sebagai keputusan final mengenai keabsahan hak suara kelima cabor tersebut.
Musorprovlub digelar setelah musyawarah sebelumnya belum menghasilkan ketua umum definitif. KONI Pusat kemudian menunjuk caretaker untuk memastikan proses pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026–2030 dapat kembali dilaksanakan.
Persaingan Mori Hanafi dan Mohan Roliskana
Sebelum Musorprovlub berlangsung, Mori Hanafi kembali mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KONI NTB. Tim Mori menyebut pencalonan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah KONI kabupaten/kota dan cabang olahraga.
Di sisi lain, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana juga masuk dalam bursa pencalonan. Saat mendaftar, Mohan menyebut telah membawa dukungan enam KONI kabupaten/kota dan 33 cabor.
Persaingan tersebut berlangsung dalam konteks persiapan NTB menghadapi PON XXII 2028 yang akan digelar bersama Nusa Tenggara Timur. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat membuka Musorprovlub meminta seluruh insan olahraga mengakhiri perbedaan dan segera memusatkan perhatian pada persiapan PON 2028.
"Kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-nunda. Kita harus segera mempersiapkan diri, segera fokus ke penyelenggaraan PON 2028. Apa yang kita lakukan hari ini adalah komitmen kecil yang akan menumbuhkan nanti kesuksesan PON 2028," tegas Iqbal.
Mohan Roliskana Terpilih
Hasil Musorprovlub kemudian menetapkan Mohan Roliskana sebagai Ketua KONI NTB periode 2026–2030. Mohan memperoleh 45 suara, sementara Mori Hanafi meraih 29 suara.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri proses panjang pemilihan Ketua KONI NTB yang sebelumnya belum menghasilkan ketua definitif.
Dengan kepengurusan baru, tantangan berikutnya adalah memastikan konsolidasi organisasi berjalan dan seluruh elemen olahraga NTB kembali bersatu untuk mempersiapkan PON XXII 2028, termasuk pembinaan atlet dan penguatan cabang olahraga.
Keberatan yang sebelumnya disampaikan tim Mori Hanafi terhadap lima cabor menjadi bagian dari dinamika proses pemilihan. Penyelesaian persoalan tersebut tetap perlu mengacu pada mekanisme dan aturan organisasi KONI yang berlaku.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
