Pada Porprov XII kali ini, sebanyak 51 cabang olahraga dipertandingkan dengan melibatkan 4.860 atlet, 1.088 ofisial, serta 519 wasit, hakim, dan juri. Seluruh pertandingan berlangsung hingga 26 Juli 2026 di enam daerah penyelenggara, yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Selain mengejar prestasi olahraga, penyelenggaraan Porprov juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Mori memperkirakan perputaran ekonomi selama ajang berlangsung dapat melampaui Rp100 miliar.
Potensi tersebut didorong meningkatnya okupansi hotel, aktivitas sektor transportasi, usaha kuliner, hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Diperkirakan lebih dari 4.200 kamar hotel akan terisi, sementara jumlah penonton selama pelaksanaan Porprov diproyeksikan mencapai lebih dari 150 ribu orang.
Menurut Mori, keberhasilan Porprov merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, KONI, dunia usaha, sponsor, serta masyarakat.
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Porprov bukan sekadar kompetisi olahraga empat tahunan, tetapi bagian dari proses panjang mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
"Porprov ini bukan sekadar soal siapa yang menang dan kalah. Ini adalah embrio pembinaan atlet masa depan NTB. Dari sinilah kita menyiapkan generasi yang akan mengharumkan nama daerah pada PON maupun berbagai kejuaraan nasional dan internasional," tegasnya.
Menurut Gubernur, terdapat dua target utama dalam penyelenggaraan Porprov XII. Pertama, meningkatkan kualitas pembinaan atlet agar prestasi NTB pada PON XXII Tahun 2028 melampaui capaian sebelumnya. Kedua, memastikan kesiapan NTB sebagai tuan rumah PON yang profesional, akuntabel, dan memenuhi standar nasional.
"Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik. Sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, bersih, transparan, akuntabel, dan tidak menyisakan persoalan hukum maupun administrasi," ujar Iqbal.
Ia juga mengingatkan seluruh atlet agar menjadikan Porprov sebagai wadah menempa kemampuan sekaligus membangun karakter melalui sportivitas.
"Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, kejarlah prestasi setinggi mungkin, tetapi jangan pernah mengorbankan sportivitas. Kita boleh bersaing di arena, tetapi setelah pertandingan usai, kita tetap satu keluarga besar Nusa Tenggara Barat," pesannya.
Dorong Target Besar PON 2028
Pemerintah Provinsi NTB menempatkan Porprov XII sebagai bagian dari strategi besar menuju PON XXII Tahun 2028. Selain menjadi ajang seleksi atlet potensial, pelaksanaan Porprov juga menjadi uji coba kesiapan venue, sumber daya manusia, sistem pertandingan, pelayanan atlet, hingga tata kelola penyelenggaraan berbasis digital.
NTB bersama NTT telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028. Karena itu, berbagai agenda olahraga daerah mulai diarahkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, organisasi, dan pembinaan atlet agar mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menyukseskan penyelenggaraan PON.
Melalui Porprov XII, Pemerintah Provinsi NTB berharap prestasi olahraga terus meningkat, ekonomi masyarakat bergerak, dan citra NTB sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga nasional semakin kuat.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
