Dua menit berselang, Mbappe kembali mengancam. Kali ini sepakannya hanya membentur mistar gawang.
Prancis terus menggempur. Michael Olise nyaris mencetak gol lewat tendangan salto spektakuler pada menit ke-36, tetapi bola kembali membentur mistar. Bola muntah disambar Ousmane Dembele, namun tendangannya masih melebar.
Kebuntuan akhirnya pecah tepat pada menit ke-45. Mbappe melepaskan tendangan melengkung dari sisi kanan kotak penalti yang gagal dijangkau Jacob Widell Zetterstrom.
Gol tersebut membawa Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Barcola Tambah Gol, Mbappe Lengkapi Brace
Memasuki babak kedua, Les Bleus tetap tampil agresif.
Pada menit ke-53, Michael Olise mengirim umpan terobosan yang melewati sela kaki pemain bertahan Swedia. Bradley Barcola menyambut bola dengan penyelesaian tenang untuk menggandakan keunggulan Prancis menjadi 2-0.
Swedia mencoba keluar dari tekanan. Namun, lini belakang mereka terus mendapat gempuran.
Gol ketiga akhirnya lahir pada menit ke-74. Mbappe berhasil lolos dari jebakan offside sebelum menaklukkan Jacob Widell Zetterstrom untuk mencetak gol keduanya pada pertandingan tersebut.
Menjelang laga usai, Didier Deschamps menarik Mbappe dan memasukkan Jean-Philippe Mateta. Pergantian itu tidak mengurangi dominasi Prancis hingga wasit meniup peluit panjang.
Samai Catatan Lionel Messi
Dua gol yang dicetak Mbappe membuat koleksi golnya di ajang Piala Dunia menjadi enam, menyamai torehan Lionel Messi pada fase yang sama dalam perjalanan karier internasionalnya. Catatan tersebut semakin menegaskan status Mbappe sebagai motor utama serangan Prancis di Piala Dunia 2026.
Kemenangan 3-0 juga memastikan Les Bleus melangkah ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa solid di semua lini, mulai dari pertahanan hingga penyelesaian akhir.
Pada babak 16 besar, Prancis diprediksi akan menghadapi lawan yang lebih berat. Dengan performa Mbappe yang sedang tajam, skuad Didier Deschamps kembali menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia.
Selain ketajaman lini depan, kekuatan kedalaman skuad menjadi modal penting Prancis. Kehadiran pemain-pemain muda seperti Michael Olise dan Bradley Barcola memberikan variasi serangan, sementara pengalaman Didier Deschamps sebagai pelatih dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi permainan Les Bleus sepanjang turnamen.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
