TEHERAN, iNewsLombok.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran mengeluarkan ancaman serius terhadap Israel, dengan menyatakan siap menyerang fasilitas nuklir di Kota Dimona jika ada upaya menggulingkan pemerintahan Teheran oleh Israel bersama Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat militer senior Iran kepada media Iran Nuances. Ia menegaskan bahwa Teheran telah menyiapkan skenario terburuk apabila konflik meningkat ke tahap yang lebih berbahaya.
"Ini adalah skenario yang telah kami persiapkan," ujar pejabat itu, dikutip Kamis (5/3/2026).
Pejabat tersebut juga memperingatkan bahwa apabila AS dan Israel melanjutkan rencana intervensi, maka Iran tidak akan ragu mengerahkan kemampuan militernya secara penuh.
"Rudal efektif terakhir" Iran juga akan menargetkan semua infrastruktur energi di seluruh Timur Tengah.
Reaktor Nuklir Dimona Jadi Target Strategis
Fasilitas yang dimaksud adalah Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres, yang terletak di gurun Negev. Kompleks ini selama puluhan tahun dikenal sebagai pusat penelitian nuklir Israel dan memiliki tingkat kerahasiaan sangat tinggi.
Secara internasional, fasilitas ini sering dikaitkan dengan program nuklir Israel yang tidak pernah secara resmi diakui maupun dibantah oleh pemerintah Tel Aviv. Lokasinya di Dimona menjadikannya salah satu aset strategis paling sensitif di kawasan.
Ancaman terhadap Dimona dipandang analis sebagai eskalasi signifikan karena serangan ke fasilitas nuklir berpotensi memicu konflik regional berskala besar.
IRGC Klaim Serang Bandara dan Kementerian Pertahanan Israel
Di tengah meningkatnya retorika, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangkaian serangan langsung ke wilayah Israel.
Serangan terbaru disebut sebagai bagian dari gelombang ke-17 Operasi “Janji Sejati-4”. Targetnya termasuk Tel Aviv serta sejumlah fasilitas strategis.
Pada Rabu, IRGC menyatakan telah menyerang Bandara Ben Gurion dan gedung Kementerian Pertahanan Israel menggunakan rudal hipersonik serta drone tempur.
"IRGC, selama gelombang ke-17 Operasi Janji Sejati-4, meluncurkan serangan rudal hipersonik dan drone menembus sistem THAAD AS serta mengenai target strategis di gedung Kementerian Pertahanan Israel dan Bandara Ben Gurion di Tel Aviv," bunyi pernyataan IRGC.
Selain itu, IRGC juga mengklaim telah menghancurkan tujuh radar canggih milik AS di kawasan Timur Tengah.
Mereka menyebut serangan tersebut membuat: "mata AS dan Israel buta" di Timur Tengah.
Potensi Dampak Regional dan Global
Analis keamanan menilai bahwa ancaman terhadap Dimona dan infrastruktur energi Timur Tengah bisa berdampak besar terhadap stabilitas global. Infrastruktur energi di kawasan ini menjadi jalur vital suplai minyak dan gas dunia.
Jika benar fasilitas energi diserang, harga minyak global diperkirakan melonjak tajam. Selain itu, keterlibatan langsung AS berpotensi memperluas konflik menjadi konfrontasi militer terbuka.
Sementara itu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel maupun Pentagon terkait klaim terbaru Iran.
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
