LOMBOK, iNewsLombok.id - Kebiasaan mengonsumsi mi instan saat sahur dan berbuka puasa masih sering dianggap wajar selama bulan Ramadan 2026. Padahal, waktu sahur dan berbuka merupakan momen penting untuk mengisi kembali energi serta menjaga keseimbangan nutrisi tubuh setelah berpuasa seharian.
Tubuh membutuhkan asupan protein, karbohidrat kompleks, serat, vitamin, dan mineral agar tetap bertenaga. Namun, banyak orang justru memilih makanan praktis seperti mi instan karena penyajiannya cepat dan rasanya gurih.
Kemudahan inilah yang membuat mi instan kerap menjadi “penyelamat” ketika bangun sahur dalam kondisi terlambat. Sayangnya, jika dikonsumsi terus-menerus, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Kandungan natrium tinggi, lemak jenuh, serta rendahnya zat gizi esensial dalam mi instan menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai.
Risiko Hipertensi akibat Kandungan Natrium Tinggi
Mengacu pada laporan dari Keck Medicine of USC, mi instan memiliki kadar natrium yang cukup tinggi. Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat memicu tekanan darah tinggi (hipertensi).
Editor : Purnawarman
Artikel Terkait
