Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Harga BBM Pertamina Terbaru 3 Oktober 2026: Pertamax, Turbo, Dexlite hingga Dex
Advertisement . Scroll to see content

Harga BBM Pertamina Hari Ini, Senin 5 Oktober 2026: Cek Pertamax hingga Dexlite

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:45 WIB
  • author iNews.id
Harga BBM Pertamina Hari Ini, Senin 5 Oktober 2026: Cek Pertamax hingga Dexlite
Harga BBM Pertamina pada 5 Oktober 2026 masih belum berubah. Pertalite Rp10.000 dan Pertamax Rp15.950 per liter untuk wilayah dengan harga tersebut. (Foto: iNewsLombok.id/Purnawarman)

JAKARTA, iNewsLombok.id - Daftar harga BBM Pertamina hari ini, Senin (5/10/2026), masih menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna kendaraan yang ingin mengetahui harga Pertalite, Pertamax hingga BBM diesel.

PT Pertamina Patra Niaga belum melakukan penyesuaian harga BBM pada awal Oktober 2026. Harga BBM subsidi maupun nonsubsidi masih mengacu pada harga yang berlaku sejak 2 September 2026.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan keputusan mempertahankan harga tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat.

“Per 1 Oktober harga BBM baik Subsidi dan Non Subsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September,” ungkap Kitty.

Untuk BBM subsidi, Pertamina juga memastikan harga tidak berubah hingga akhir 2026 sesuai kebijakan pemerintah.

“Untuk BBM Subsidi sesuai kebijakan pemerintah harga Tetap sampai dengan akhir tahun 2026. Adapun untuk BBM Non Subsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya,” terangnya.

Harga BBM Pertamina Oktober 2026

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sejumlah daerah dengan struktur harga yang sama, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter. Sementara Biosolar subsidi berada di angka Rp6.800 per liter.

Pada kelompok BBM nonsubsidi, Pertamax dipasarkan Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo Rp19.600 per liter, Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.

Harga BBM di daerah lain dapat berbeda karena dipengaruhi antara lain oleh biaya distribusi dan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku pada Oktober 2026:

Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Lampung

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.300 per liter

Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter

Dexlite: Rp24.200 per liter

Pertamina Dex: Rp25.750 per liter

Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.650 per liter

Pertamax Turbo: Rp20.450 per liter

Dexlite: Rp24.750 per liter

Pertamina Dex: Rp26.300 per liter

FTZ Sabang

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp14.950 per liter

Dexlite: Rp22.150 per liter

FTZ Batam

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp15.150 per liter

Pertamax Turbo: Rp18.550 per liter

Dexlite: Rp22.500 per liter

Pertamina Dex: Rp23.950 per liter

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp15.950 per liter

Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter

Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter

Dexlite: Rp23.700 per liter

Pertamina Dex: Rp25.200 per liter

Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp15.950 per liter

Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter

Dexlite: Rp23.700 per liter

Pertamina Dex: Rp25.200 per liter

Khusus Nusa Tenggara Timur, tersedia pula Biosolar nonsubsidi dengan harga Rp23.600 per liter.

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.300 per liter

Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter

Dexlite: Rp24.200 per liter

Pertamina Dex: Rp25.750 per liter

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.650 per liter

Pertamax Turbo: Rp20.450 per liter

Dexlite: Rp24.750 per liter

Pertamina Dex: Rp26.300 per liter

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.300 per liter

Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter

Dexlite: Rp24.200 per liter

Pertamina Dex: Rp25.750 per liter

Maluku dan Maluku Utara

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.300 per liter

Dexlite: Rp24.200 per liter

Papua

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.300 per liter

Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter

Dexlite: Rp24.200 per liter

Papua Barat dan Papua Barat Daya

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.300 per liter

Dexlite: Rp24.200 per liter

Pertamina Dex: Rp25.750 per liter

Papua Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan

Pertalite: Rp10.000 per liter

Biosolar: Rp6.800 per liter

Pertamax: Rp16.300 per liter

Dexlite: Rp24.200 per liter

Harga BBM Nonsubsidi Terakhir Naik pada September

Sebelum memasuki Oktober, Pertamina melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi pada 2 September 2026.

Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter. Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.

Sementara itu, Pertamax tidak mengalami perubahan dan tetap Rp15.950 per liter. Pertalite juga tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dengan mengacu pada formula harga dasar yang diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Dengan belum adanya perubahan pada awal Oktober, masyarakat masih dapat menggunakan harga tersebut sebagai acuan pengisian BBM di SPBU Pertamina. Namun, harga di setiap wilayah perlu diperhatikan karena terdapat perbedaan komponen biaya dan pajak daerah.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut