Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kapal Induk Pertama RI Giuseppe Garibaldi Masuk Perairan Indonesia, Dikawal 2 KRI
Advertisement . Scroll to see content

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berakhir, Pemred iNews: Jika Ada Temuan Akan Dibuka

Jum'at, 18 September 2026 | 08:03 WIB
  • author iNews.id
Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Berakhir, Pemred iNews: Jika Ada Temuan Akan Dibuka
Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono (kanan) menyampaikan apresiasi kepada tim SAR gabungan yang telah melakukan pencarian Yudistiro Pranoto dan tujuh orang lainnya di Selat Sunda. (Foto: Arif Julianto/iNews.id)

JAKARTA, iNewsLombok.id - Operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, termasuk jurnalis iNews Yudistiro Pranoto, resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Pemimpin Redaksi (Pemred) iNews Aiman Witjaksono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah terlibat dalam pencarian Yudistiro bersama empat wartawan lainnya serta tiga awak kapal.

Penghentian operasi tersebut diputuskan Tim SAR Gabungan pada Kamis (17/9/2026), setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh pihak terkait di Posko SAR Gabungan Marina Carita, Banten. Operasi sebelumnya telah mendapat tambahan waktu tiga hari.

Meski operasi resmi dihentikan, Aiman menegaskan iNews bersama keluarga korban masih menyimpan harapan atas keselamatan delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

"Tentu yang pertama, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kami, mewakili iNews terhadap para petugas pencari dari Basarnas, dari Lanal Banten, bahkan saya mendengar juga dari Basarnas di Lampung maupun Bengkulu juga ikut, kemudian TNI dan Polri, dan juga tentu dukungan sepenuhnya dari pemerintah Provinsi Banten," kata Aiman.

"Ini hal yang luar biasa bagi kami, hal yang sangat berarti bagi kami, bagi rekan kami jurnalis yang sampai saat ini kami masih mengharapkan keselamatan dari mereka semua," imbuhnya.

Tekankan Keselamatan Jurnalis

Aiman juga kembali menegaskan komitmen redaksi iNews terhadap keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas, terutama ketika melakukan peliputan di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana.

Menurut Aiman, setiap penugasan jurnalis tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan serta prinsip mitigasi bencana.

"Kami juga selalu menekankan bahwa kami tidak pernah memberikan penugasan yang melanggar aturan dan ketentuan dari mitigasi bencana, apa pun itu karena kami punya prinsip tidak ada berita seharga nyawa, dan itu kami jaga betul," tegasnya.

Pencarian Bisa Dibuka Kembali

Meski operasi SAR resmi dihentikan, pencarian terhadap delapan orang tersebut tidak sepenuhnya ditutup. Tim SAR masih membuka kemungkinan operasi kembali dilakukan apabila terdapat informasi, petunjuk, atau tanda-tanda baru mengenai keberadaan mereka.

Aiman mengatakan iNews akan terus berkoordinasi dengan Basarnas, Pemerintah Provinsi Banten, serta TNI dan Polri terkait perkembangan pencarian.

"Ke depan kami terus berkoordinasi dengan petugas Basarnas, pemerintah Provinsi Banten, dan juga TNI-Polri yang ikut dalam proses pencarian. Meskipun sudah dihentikan hari ini, tetapi jika ada temuan baru, maka akan dibuka kembali," jelas Aiman.

Berdasarkan informasi Kantor SAR Banten, kapal yang membawa delapan orang tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk perjalanan tersebut.

Namun, sekitar pukul 14.42 WIB, kapal dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau. Delapan orang yang berada di dalam kapal terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Kelima jurnalis tersebut yakni Yudistiro Pranoto, jurnalis sekaligus pewarta foto iNews; Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency; Donal Husni, jurnalis freelance; M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Antara; serta Arie Basuki, pewarta foto Merdeka.com.

Sementara tiga awak kapal adalah Warta selaku kapten, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu atau guide.

Keluarga Tetap Didampingi

Aiman mengatakan iNews juga memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga para korban. Menurutnya, keluarga harus tetap mendapatkan pendampingan selama proses pencarian maupun setelah operasi SAR resmi dihentikan.

"Kami berkoordinasi dengan para petugas, kami juga berkoordinasi dengan keluarga, karena keluarga tidak boleh dilupakan, keluarga tidak boleh ditinggalkan. Mereka harus juga tetap dilakukan pendampingan dan kami akan melakukannya," pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan bahwa hingga berakhirnya operasi hari ke-10, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang hilang. Pemantauan tetap dilakukan dan operasi dapat kembali dibuka apabila ditemukan petunjuk baru.

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut