get app
inews
Aa Text
Read Next : BIZAM Tuntaskan Keberangkatan 15 Kloter 5862 Jemaah Haji NTB ke Makkah, Ramah Lansia dan Disabilitas

Bandara Lombok Simulasikan Pesawat Alami Gangguan Hidrolik hingga Keluar Runway

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:20 WIB
header img
Petugas ARFF menyelamatkan korban dalam simulasi kecelakaan Airport Emergency Modular Exercise di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). (Foto: istimewa)

LOMBOK, iNewsLombok.id – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar Airport Emergency Modular Exercise pada Rabu (5/8/2026).

Latihan yang dilaksanakan melalui Unit Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola bandara memperkuat kesiapsiagaan personel dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi kondisi darurat di kawasan bandar udara.

General Manager Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Aidhil Philip Julian, mengatakan latihan tersebut penting untuk memastikan seluruh personel dan instansi pendukung memiliki pemahaman serta prosedur penanganan yang sama ketika menghadapi keadaan darurat.

"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional bandar udara. Melalui Airport Emergency Modular Exercise ini kami ingin memastikan seluruh personel dan stakeholder terkait memiliki kesiapan, koordinasi, serta kemampuan merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Penanganan keadaan darurat hanya dapat berjalan efektif apabila seluruh unsur bekerja sebagai satu tim," ujar Aidhil, Sabtu (8/8/2026).

Dalam latihan tersebut, BIZAM menggunakan skenario pesawat Sekotong Air dengan nomor penerbangan SKT-218 rute Manado–Lombok. Pesawat tipe Boeing 737-800 itu disimulasikan mengalami gangguan sistem hidrolik ketika melakukan pendekatan menuju BIZAM.

Kondisi tersebut kemudian membuat Air Traffic Control (ATC) menetapkan status Full Emergency atau Siaga II.
Situasi berkembang menjadi Aircraft Accident atau Siaga III setelah pesawat dalam skenario latihan mengalami runway excursion saat melakukan pendaratan.

Skenario tersebut dirancang untuk menguji kemampuan berbagai unsur dalam merespons insiden secara terkoordinasi, mulai dari penerimaan informasi awal, mobilisasi personel dan peralatan, hingga penanganan korban. Latihan difokuskan pada tiga modul utama, yakni Raising the Alarm, Rendezvous Point (RVP), dan Medical Services.

Ketiga modul tersebut digunakan untuk menguji efektivitas sistem komunikasi, koordinasi antarinstansi, mobilisasi sumber daya, serta penanganan korban berdasarkan prosedur yang tercantum dalam Airport Emergency Plan (AEP).

Dalam penanganan keadaan darurat penerbangan, AEP menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan setiap unsur mengetahui peran, tanggung jawab, jalur komunikasi, serta prosedur yang harus dijalankan ketika terjadi insiden di bandar udara.

Latihan ini melibatkan sejumlah anggota Airport Emergency Committee, di antaranya AirNav Indonesia Cabang Lombok, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Selain melaksanakan simulasi, kegiatan tersebut juga menjalani proses evaluasi. Tim Evaluasi Terpadu yang terdiri dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), AirNav Indonesia, dan Balai Kekarantinaan Kesehatan melakukan penilaian terhadap pelaksanaan latihan.

Evaluasi tersebut menjadi bagian dari prinsip continuous improvement untuk mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperbaiki, baik dari aspek komunikasi, koordinasi, kesiapan personel maupun efektivitas prosedur penanganan keadaan darurat.

Melalui latihan secara berkala, pengelola bandara dapat menguji kesiapan rencana tanggap darurat sekaligus memastikan personel dan instansi terkait tidak hanya memahami prosedur secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi sebenarnya.

BIZAM menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan bandar udara.

Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan kompetensi personel, pengujian prosedur kedaruratan, serta penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasional dan penanganan keadaan darurat.

Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, respons terhadap keadaan darurat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid diharapkan dapat berlangsung cepat, tepat dan terkoordinasi, sehingga risiko dapat diminimalkan serta keselamatan dan perlindungan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut