Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 352 Siswa Diduga Keracunan MBG di Lombok Tengah, DPR Minta Kasus Diusut Menyeluruh
Advertisement . Scroll to see content

389 Jemaah Haji Lombok Keloter 12 Tiba di Debarkasi, 2 Wafat di Tanah Suci

Rabu, 17 Juni 2026 | 23:17 WIB
  • author Purnawarman
389 Jemaah Haji Lombok Keloter 12 Tiba di Debarkasi, 2 Wafat di Tanah Suci
Jemaah haji Kloter 12 asal Lombok Tengah dan Lombok Timur tiba di Debarkasi Lombok usai menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. (Foto: Istimewa)

LOMBOK, iNewsLombok.id - Sebanyak 389 jemaah haji asal Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur yang tergabung dalam Kloter 12 tiba di Debarkasi Lombok pada Senin malam (16/6/2026).

Kedatangan ratusan jemaah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kepulangan jemaah haji Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha, menjelaskan jumlah jemaah yang kembali ke Tanah Air berkurang dibandingkan saat keberangkatan yang tercatat sebanyak 393 orang.

"Dua jemaah meninggal dunia di Arab Saudi, satu jemaah mutasi ke kloter lain, dan satu jemaah masih tertunda kepulangannya karena sakit," kata Herman.

Ia menyampaikan kondisi kesehatan mayoritas jemaah yang tiba dalam keadaan baik. Berdasarkan pemeriksaan awal di Debarkasi Lombok, sebanyak 361 jemaah dinyatakan sehat, sementara 28 lainnya masuk kategori membutuhkan pemantauan kesehatan.

Dalam proses pemeriksaan kesehatan, petugas mencatat sembilan kunjungan jemaah ke poliklinik. Dari jumlah tersebut, dua orang diketahui mengalami peningkatan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius.

"Satu jemaah menjalani observasi dan satu orang dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," katanya.

Selain pemeriksaan umum, petugas juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi penyakit yang dibawa dari luar negeri. Sebanyak dua jemaah menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT) dengan hasil negatif, sedangkan empat jemaah mengikuti skrining tuberkulosis (TB).

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan kasus penyakit menular maupun spesimen yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium lanjutan.

"Dari aspek kekarantinaan dan sanitasi, seluruh persyaratan kesehatan terpenuhi. Pesawat, asrama haji, katering, serta armada bus operasional telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan," ujar Herman.

Herman menambahkan, pengawasan kesehatan tetap dilakukan terhadap jemaah yang baru tiba. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses debarkasi berjalan aman sekaligus mencegah risiko penyebaran penyakit setelah perjalanan internasional.

Pemeriksaan kesehatan jemaah haji di debarkasi menjadi salah satu tahapan penting setelah penerbangan jarak jauh dari Arab Saudi.

Petugas kesehatan biasanya melakukan pemantauan terhadap gejala infeksi, kelelahan, hingga penyakit yang berpotensi muncul setelah kepadatan aktivitas ibadah dan perjalanan panjang.

BKK juga mengimbau keluarga jemaah agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan setelah kembali ke daerah masing-masing, terutama apabila muncul keluhan seperti demam, batuk, atau gangguan kesehatan lainnya.

 

Editor: Purnawarman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut