get app
inews
Aa Text
Read Next : 10 Tahun Dana Desa Bermasalah, Prabowo Siapkan Skema Baru Berbasis Koperasi

Dolar Menguat, Prabowo : Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:25 WIB
header img
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: OkeZone)

JATIM, iNewsLombok.id – Presiden Prabowo Subianto menanggapi berbagai isu yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia akan kolaps akibat tingginya nilai tukar dolar Amerika Serikat. Menurut Prabowo, masyarakat di desa tidak terlalu terdampak langsung oleh fluktuasi dolar karena kehidupan mereka ditopang oleh sektor riil seperti pangan dan energi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

“Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu apa... saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan chaos, akan apa, rupiah begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai Dolar kok,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan, kondisi pangan dan energi nasional saat ini masih dalam kategori aman. Ia menilai Indonesia berada dalam posisi yang relatif stabil dibandingkan sejumlah negara lain yang sedang menghadapi tekanan ekonomi global.

“Pangan aman. Energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ucapnya.

Selain menyinggung persoalan ekonomi, Prabowo juga mengingatkan para elite dan pejabat negara agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat serta menjaga kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tapi, para unsur pimpinan yang harus harus setia kepada NKRI, bukan rakyat, rakyat pasti setia. Enggak ada pilihan,” kata Prabowo.

Ia juga mengkritik sejumlah pihak yang dinilai hanya lantang menyuarakan nasionalisme, namun tidak menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat ketika memegang kekuasaan.

“Ini banyak unsur pimpinan. Teriak-teriak NKRI, tapi enggak jelas. Begitu punya kekuasaan. Tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Pernyataan Presiden Prabowo muncul di tengah perhatian publik terhadap pergerakan kurs rupiah dan kondisi ekonomi global yang masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, inflasi dunia, hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar.

Data Bank Indonesia sebelumnya menunjukkan stabilitas ekonomi domestik masih ditopang konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, serta ketahanan cadangan devisa nasional. Pemerintah juga terus memperkuat program ketahanan pangan dan hilirisasi energi untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut