Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima, 1.500 Lebih Warga NTB Terdampak
LOMBOK, iNewsLombok.id – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Bima. Berdasarkan data sementara, lebih dari 1.500 jiwa terdampak akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menjelaskan bahwa genangan air merendam sejumlah dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, pada Minggu (22/2/2026).
Laporan kejadian diterima dari BPBD Kabupaten Lombok Barat sekitar pukul 14.00 Wita.
“Sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak peristiwa ini. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat banjir yang terjadi setelah adanya hujan intensitas tinggi,” ujar Aam, sapaan Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).
Petugas BPBD masih melakukan pendataan lanjutan serta bersiaga di lokasi guna mengantisipasi potensi banjir susulan. Hingga Minggu petang, tinggi muka air dilaporkan mulai berangsur surut.
Sementara itu, sehari sebelum kejadian di Lombok Barat, banjir juga menerjang tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima pada Sabtu (21/2/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.
“Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak kejadian ini, sedangkan satu keluarga mengungsi sementara waktu,” kata Aam.
BPBD Kabupaten Bima mencatat adanya kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Tercatat satu unit rumah mengalami rusak berat. Selain itu, dua fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit tempat ibadah, kantor desa, dan pasar turut terkena dampak banjir.
“Pada Minggu malam, genangan di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tinggi muka air antara 10 - 70 cm, sedangkan kondisi banjir di Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut,” ujarnya.
Menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengintai, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah NTB masih terpantau aktif.
Sebagai informasi, wilayah NTB saat ini memasuki puncak musim hujan yang dipengaruhi fenomena atmosfer regional. Kondisi geografis NTB yang memiliki banyak daerah aliran sungai serta kawasan perbukitan membuat beberapa wilayah rentan terhadap banjir dan tanah longsor.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk:
Menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan deras.
Memastikan saluran drainase tidak tersumbat.
Menyiapkan tas siaga bencana bagi keluarga di daerah rawan banjir.
Koordinasi antara BPBD, TNI-Polri, relawan, dan pemerintah desa terus dilakukan guna memastikan distribusi bantuan logistik dan kebutuhan dasar warga terdampak berjalan lancar.
Editor : Purnawarman