get app
inews
Aa Text
Read Next : Seleksi Ketat, Komisi I DPRD NTB Tetapkan 5 Komisioner KI 2026-2030

Setelah Insiden Kapal Mati Mesin, DPRD NTB Minta Revitalisasi Total Armada

Rabu, 26 November 2025 | 05:50 WIB
header img
Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto (kiri), Kapal Fery yang mati mesin di tengah laut. Tangkapan Layar

LOMBOK, iNewsLombok.id - Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB, Sudirsah Sujanto, menegaskan pentingnya kelayakan seluruh kapal yang beroperasi di lintasan Kayangan–Poto Tano. Penegasan ini muncul setelah insiden kapal mati mesin di tengah laut Poto Tano-Kayangan terjadi 20 Nopember 2025 dan menimbulkan kepanikan penumpang, meski akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

Sudirsah mengingatkan bahwa arahan dari Kementerian Perhubungan sudah sangat jelas.

"Kan arahan Menteri Perhubungan Budi Karya dulu sudah jelas diminta untuk kapal yang tidak layak segera direvitalisasi, juga Poto Tano-Kayangan kapal yang tidak layak berlayar. Meminta Sahbandah agar kapal itu tidak boleh lagi beroperasi," tegasnya, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, kapal yang diperbolehkan beroperasi harus memiliki standar keselamatan yang baik, mulai dari fasilitas hingga peralatan darurat agar tidak menimbulkan kepanikan saat berlayar.

"Kapal-kapal ini harus layak operasi, sarana prasarana yang bagus. Agar hal Ini tidak terjadi kecelakaan penumpang," tambahnya.

Lebih lanjut, Sudirsah menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengagendakan inspeksi lapangan untuk mengecek langsung kondisi kapal.

"Kira akan agendakan turun bisa mengecek bersama sahbandar terkait kapal layak terkait keselamatan penumpang untuk melakukan penelitian terkait hal ini, mana kapal yang memenuhi standar perhatian kita. Intinya kapal yang tidak layak direvitalisasi. Sesuai dengan standar," ungkapnya.

Ia juga meminta pihak syahbandar meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap setiap kapal yang akan beroperasi.

"Kami meminta kepada Sahbandar jangan sampai saat kami turun ada menjumpai kapal yang tidak memenuhi standar operasi," ujarnya.

Lintasan penyeberangan Kayangan–Poto Tano merupakan jalur vital yang menghubungkan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dengan rata-rata ribuan penumpang dan kendaraan melintas setiap hari.

Kecelakaan kapal atau gangguan teknis di jalur ini sering berdampak pada distribusi logistik, termasuk kebutuhan pokok, bahan bangunan, dan kendaraan angkutan.

Kemenhub RI sejak 2023 telah meningkatkan program revitalisasi kapal dan pelabuhan, termasuk digitalisasi manifest penumpang dan pemeriksaan teknis berbasis sistem.

Pemeriksaan kelayakan kapal meliputi kondisi mesin, alat navigasi, alat keselamatan (life jacket, lifeboat), sertifikat laik laut, dan pelatihan kru.

KNKT dapat ikut terlibat jika ditemukan dugaan kelalaian atau gangguan teknis yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Editor : Purnawarman

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut